Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak dan Data DIKE UGM Paparkan Kerangka AI Agentik AgCyRAG di ISWC 2025

Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak dan Data DIKE UGM Paparkan Kerangka AI Agentik AgCyRAG di ISWC 2025

Jepang, 6 November 2025 – Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak dan Data, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA Universitas Gadjah Mada, berpartisipasi dalam konferensi internasional International Semantic Web Conference (ISWC) 2025 melalui sebuah workshop bertajuk RAGE-KG 2025 (The Second International Workshop on Retrieval-Augmented Generation Enabled by Knowledge Graphs). Pada forum tersebut, tim peneliti mempresentasikan riset mengenai kerangka kecerdasan buatan agentik untuk analisis keamanan siber yang digelar pada 2-6 November 2025 di Nara, Jepang.

Paper berjudul “AgCyRAG: an Agentic Knowledge Graph-based RAG Framework for Automated Security Analysis” dipresentasikan oleh Dr. Kabul Kurniawan, dosen DIKE UGM, bersama Rayhan Firdaus Ardian (UGM), serta kolaborator internasional Elmar Kiesling (WU Wien) dan Andreas Ekelhart (SBA Research dan University of Vienna). Penelitian ini menyoroti tantangan dalam analisis keamanan siber, yaitu kompleksitas data yang besar, beragam, dan tersebar di berbagai sumber, mulai dari log sistem hingga basis pengetahuan ancaman global.

Dalam pemaparannya, Dr. Kabul Kurniawan menjelaskan bahwa meskipun Large Language Models (LLMs) mampu membantu analisis melalui antarmuka bahasa alami, teknologi tersebut masih rentan terhadap hallucination dan kurangnya landasan fakta. Untuk menjawab persoalan ini, tim peneliti memperkenalkan AgCyRAG, sebuah kerangka Retrieval-Augmented Generation (RAG) berbasis agentik yang mengombinasikan Knowledge Graph dan pencarian semantik berbasis vektor.

AgCyRAG dirancang untuk meniru alur berpikir analis keamanan siber dengan membagi proses analisis ke dalam beberapa agen cerdas yang memiliki peran spesifik. Agen-agen ini secara adaptif memilih strategi pengambilan data, baik melalui query graf terstruktur seperti Cypher dan SPARQL maupun pencarian semantik, sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi. Pendekatan ini memungkinkan analisis dilakukan secara lebih sistematis, transparan, dan berbasis bukti.

Kerangka AgCyRAG divalidasi melalui tiga studi kasus, termasuk analisis log autentikasi dan pemetaan aktivitas mencurigakan ke dalam pola serangan berdasarkan MITRE ATT&CK. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan agentik ini mampu meningkatkan akurasi dan relevansi konteks analisis, sekaligus menghasilkan rekomendasi mitigasi yang lebih jelas dan siap digunakan oleh analis keamanan siber.

Penelitian ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi AI yang inovatif untuk melindungi infrastruktur digital, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan memperkuat ketahanan sistem informasi dan tata kelola keamanan siber.

Author: Lab RPLD
Editor: Marina
#SDGs9 #SDGs16


Sebelumnya
Berikutnya