Kepala Lab STR DIKE UGM Prof. Jazi Paparkan Peran Industri Semikonduktor dalam Pengamanan Hardware di Webinar MISI #060

Kepala Lab STR DIKE UGM Prof. Jazi Paparkan Peran Industri Semikonduktor dalam Pengamanan Hardware di Webinar MISI #060

Yogyakarta, 1 Mei 2026 – Guru Besar sekaligus Kepala Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika (STR) DIKE UGM, Prof. Dr. Ir. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., menjadi narasumber dalam Webinar MISI #060 yang diselenggarakan oleh Masyarakat Informatika Sosial Indonesia pada 1 Mei 2026. Dalam forum bertajuk “Relevansi Industri Semikonduktor untuk Pengamanan Hardware” tersebut, Prof. Jazi memaparkan dinamika rantai nilai industri semikonduktor, menganalisis pilihan strategis Indonesia, serta implikasinya terhadap kepercayaan dan keamanan sistem perangkat keras.

Semikonduktor merupakan fondasi utama bagi berbagai teknologi digital, mulai dari komputer, telepon pintar, infrastruktur telekomunikasi, kendaraan, sistem industri, hingga kecerdasan buatan. Dalam sesi yang dipandu oleh Prof. Agus Fanar Syukri dan Nurul Hidayat bersama praktisi IT Developer Arief Prihantoro, dijelaskan bahwa integrated circuit (IC) bernilai tinggi karena mengintegrasikan jutaan hingga miliaran transistor pada satu keping silikon. Rantai nilai semikonduktor sendiri bersifat sangat global dan terspesialisasi, mencakup proses desain, fabrikasi wafer, assembly-test-packaging, hingga integrasi perangkat akhir. Mengingat dominasi negara tertentu pada tahapan spesifik, seperti Amerika Serikat pada desain dan Electronic Design Automation (EDA)/Intellectual Property (IP), Taiwan pada foundry canggih, Korea Selatan pada memori, serta Jepang dan Belanda dalam peralatan manufaktur, industri ini menjadi sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok, persaingan geopolitik, dan isu kepercayaan antaraktor industri.

Menyikapi kondisi rantai pasok global tersebut, penguatan rumah desain IC berbasis model fabless dinilai sebagai jalur yang paling realistis bagi Indonesia. Strategi ini memungkinkan Indonesia masuk ke rantai nilai semikonduktor melalui penguatan desain, riset, talenta, dan pengembangan kekayaan intelektual (IP) tanpa harus langsung menanggung investasi pembangunan fasilitas fabrikasi fisik yang sangat besar. Namun, pendekatan fabless yang bergantung pada proses manufaktur pihak ketiga di luar negeri turut membawa tantangan nyata. Ketika desain IC diproduksi di tempat lain, muncul berbagai risiko keamanan serius, mulai dari overproduction, pencurian IP, modifikasi desain, pemalsuan komponen, hingga penyisipan hardware trojan

Risiko keamanan tersebut menegaskan bahwa perangkat keras merupakan root of trust atau fondasi kepercayaan utama dalam sistem keamanan digital. Apabila integritas perangkat keras telah disusupi, seluruh lapisan keamanan di atasnya, termasuk sistem operasi dan perangkat lunak, dapat ikut runtuh. Oleh karena itu, pertahanan terhadap ancaman perangkat keras membutuhkan strategi berlapis yang mencakup verifikasi desain, deteksi trojan, logic locking, obfuscation, Physical Unclonable Function (PUF), split manufacturing, secure boot, serta pendekatan zero-trust pada tahapan pengujian dan manufaktur.  

Upaya dalam mengawal keamanan perangkat keras tersebut diwujudkan melalui fokus riset di Laboratorium STR DIKE UGM. Sebagai wujud implementasinya, para peneliti mengembangkan MultiSAINT, yaitu arsitektur Graph Neural Network multi-skala untuk deteksi hardware trojan pada Field-Programmable Gate Array (FPGA). Riset yang dikembangkan oleh Indri Yanti, Jazi Eko Istiyanto, dan Oskar Natan ini telah dipublikasikan pada jurnal Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Access tahun 2026. Kehadiran MultiSAINT menjadi bukti bahwa peneliti Indonesia dapat berkontribusi pada frontier global keamanan perangkat keras, khususnya dalam mendukung penguatan desain IC dan keamanan rantai pasok semikonduktor.

Melalui keikutsertaan Prof. Jazi sebagai narasumber, Laboratorium STR DIKE UGM memperluas literasi publik mengenai isu semikonduktor dan keamanan perangkat keras sebagai bagian dari agenda penguatan kemandirian teknologi nasional yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penyebaran wawasan teknologi kepada masyarakat luas ini menjadi wujud dukungan terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), yang sejalan dengan upaya penguatan kapasitas riset dan inovasi teknologi pada ranah SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Pengawalan terhadap keamanan rantai pasok dan perlindungan infrastruktur kritis tersebut pada akhirnya memperkuat pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) guna membangun ekosistem digital yang aman dan dapat dipercaya. Melalui integrasi edukasi dan riset tersebut, DIKE UGM berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan keamanan digital demi mewujudkan kemandirian teknologi nasional. 

Author : Jazi Eko Istiyanto
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs16


Sebelumnya
Berikutnya