Mataram, Lombok, 29 Agustus 2026 – Penguatan profesionalisme Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan pengembangan inovasi laboratorium menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Pelatihan, Workshop, dan Musyawarah Nasional (MUNAS) Perkumpulan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI) yang dilaksanakan di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 27–29 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti PLP dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut menghadirkan sejumlah pimpinan dan pejabat pendidikan tinggi, antara lain Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Jenderal Sumber Daya Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Mataram, serta pejabat dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat peran PLP dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya melalui pengelolaan laboratorium yang profesional, peningkatan kompetensi, pengembangan karier, serta penciptaan karya inovasi yang memberikan manfaat bagi proses pembelajaran.

Dalam kegiatan ini, PLP Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM, Mardi Wasoono turut berpartisipasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan di lingkungan departemen. Keikutsertaan dalam rangkaian pelatihan, workshop, dan MUNAS PPLPI ini menjadi kesempatan bagi PLP DIKE untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan profesi dan karier PLP, memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan karya inovasi laboratorium, serta bertukar pengalaman dan praktik baik dengan PLP dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan di lingkungan DIKE FMIPA UGM, khususnya untuk mendukung peningkatan kualitas pengelolaan laboratorium, pelayanan kegiatan praktikum, keselamatan kerja, pemeliharaan peralatan, serta pengembangan inovasi laboratorium yang mendukung proses pendidikan dan pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T. menyampaikan kondisi pengembangan jenjang karir PLP di Indonesia. Saat ini, proporsi PLP masih didominasi oleh jenjang bawah dan menengah, sementara PLP pada jenjang yang lebih tinggi masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian, khususnya pada lingkungan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), adalah keberadaan peta jabatan yang menjadi bagian penting dalam pengembangan karier dan penataan sumber daya manusia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan profesi PLP memerlukan sinergi antara peningkatan kompetensi individu dan dukungan kebijakan kelembagaan. Penataan kebutuhan jabatan, pengembangan kompetensi, serta sistem karier yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar PLP dapat memberikan kontribusi secara optimal dalam mendukung pendidikan tinggi. Penguatan profesi PLP juga menjadi hal yang dibutuhkan dengan semakin kompleksnya tuntutan pengelolaan laboratorium. PLP dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan layanan laboratorium, menerapkan keselamatan kerja, melakukan pemeliharaan dan pengelolaan peralatan, serta menghasilkan inovasi yang mendukung proses pembelajaran.

Sementara itu, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Mataram, memberikan gambaran mengenai peran PLP dalam mendukung proses pendidikan tinggi. Laboratorium merupakan salah satu sarana penting dalam pembelajaran berbasis praktik. Melalui laboratorium, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, melakukan eksperimen, menerapkan teori, serta memperoleh pengalaman langsung sesuai bidang keilmuannya. Dalam konteks tersebut, keberadaan PLP menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan kegiatan pembelajaran di laboratorium. PLP berperan memastikan kesiapan fasilitas, alat dan bahan, mendukung pelaksanaan praktikum, menjaga aspek keselamatan dan keamanan kerja, serta membantu proses transfer keterampilan teknis kepada mahasiswa. Peran tersebut menunjukkan bahwa PLP memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Laboratorium yang dikelola secara profesional akan menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, efektif, efisien, dan mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa. Pesan mengenai pentingnya kolaborasi juga mengemuka dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para pejabat dan pemangku kepentingan yang hadir menekankan perlunya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan stakeholder dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di Indonesia. Kolaborasi menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja berlangsung sangat dinamis. Perguruan tinggi perlu membangun jejaring dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Bagi profesi PLP, kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, teknologi, dan praktik baik dalam pengelolaan laboratorium.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan dan Workshop Framework Karya Inovasi Laboran Berdampak. Pelatihan ini menekankan bahwa inovasi yang dihasilkan oleh PLP perlu memiliki dampak yang jelas dan dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan nyata di laboratorium. Framework Karya Inovasi Laboran Berdampak mencakup lima aspek utama, yaitu kebaruan, kreativitas, manfaat strategis, efisiensi sumber daya, dan kelayakan implementasi. Kelima aspek tersebut memberikan kerangka bagi PLP untuk mengembangkan gagasan inovasi secara lebih terarah. Sebuah inovasi tidak hanya dinilai dari unsur kebaruannya, tetapi juga dari manfaat strategis yang diberikan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta sejauh mana inovasi tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Penguatan kemampuan inovasi kemudian dilanjutkan melalui Workshop Trik dan Tips Penyusunan Proposal Karya Inovasi Laboratorium (KILab) yang diselenggarakan oleh Kementerian. Workshop memberikan pembekalan kepada peserta mengenai penyusunan proposal karya inovasi secara sistematis, mulai dari identifikasi permasalahan, rumusan ide, penjelasan unsur kebaruan, manfaat dan dampak inovasi, hingga aspek kelayakan implementasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak PLP untuk mendokumentasikan dan mengembangkan berbagai inovasi yang telah dilakukan di lingkungan laboratorium masing-masing, sehingga inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, mendapatkan dukungan kelembagaan, serta berpotensi direplikasi di laboratorium lainnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Musyawarah Nasional PPLPI sebagai forum organisasi untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan merumuskan arah pengembangan organisasi profesi PLP ke depan. MUNAS menjadi momentum penting bagi PPLPI dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antaranggota yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lingkungan kelembagaan. Keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun organisasi profesi yang mampu menjawab perkembangan kebutuhan laboratorium pendidikan tinggi. Melalui MUNAS, PPLPI diharapkan semakin mampu menjadi wadah pengembangan profesionalisme PLP, memperkuat jejaring antarlembaga, serta mendorong peningkatan kontribusi PLP terhadap mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Penguatan profesi PLP pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan pengembangan karier tenaga kependidikan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Rangkaian Pelatihan, Workshop, dan MUNAS PPLPI di Lombok memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Bermutu, melalui penguatan kapasitas tenaga profesional yang mendukung proses pembelajaran berbasis laboratorium; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kompetensi dan profesionalisme PLP; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui pengembangan karya inovasi laboratorium; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dan stakeholder. Melalui penguatan kompetensi, kolaborasi, serta karya inovasi yang berdampak, PLP diharapkan semakin mampu mengambil peran strategis dalam menciptakan laboratorium pendidikan yang aman, profesional, inovatif, efisien, dan mampu mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa. Upaya tersebut sejalan dengan peran DIKE FMIPA UGM dalam mendukung penguatan sumber daya manusia, pengelolaan laboratorium, serta pengembangan inovasi yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Author: Mardi Wasono
Editor: Hikmah Nursidik
#SGD4, #SGDs8, #SGDs9, #SDGs17