Yogyakarta, 16 September 2026 – Mahasiswa Program Studi Sarjana Elektronika dan Instrumentasi (Elins), Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM angkatan 2024, Gilang Romadhon, memimpin inovasi pengembangan material alternatif untuk anoda baterai ion-natrium. Bersama Tim Carbonova dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), ia memanfaatkan jerami padi dan limbah grafit guna menghadirkan solusi teknologi penyimpanan energi berbasis sumber daya lokal di tengah keterbatasan material baterai lithium-ion. Penelitian berjudul “Rekayasa Struktur Nitrogen Doped Hard Carbon Berbasis Jerami Padi dengan Spacer Limbah Grafit untuk Peningkatan Performa Anoda Baterai Ion Natrium” ini berupaya memberikan nilai tambah pada sisa pertanian sekaligus merespons tingginya kebutuhan material alternatif teknologi baterai.

Dalam pengembangan material tersebut, jerami padi diolah menjadi karbon utama, sementara limbah grafit digunakan untuk merekayasa strukturnya. Sebagai ketua tim sekaligus penanggung jawab aspek elektronika, Gilang menerapkan keilmuan instrumentasi pada tahap pengukuran dan pengujian elektrokimia. Ia terlibat penuh dalam perakitan sel baterai (coin cell CR2025) hingga pelaksanaan pengujian Cyclic Voltammetry (CV) dan Galvanostatic Charge-Discharge (GCD), serta pengolahan data. Pengetahuan terkait karakteristik sensor, sistem pengukuran, dan pengaturan parameter akuisisi data yang diperoleh dari perkuliahan Elins menjadi dasar penting baginya dalam menginterpretasikan respons listrik dari material kandidat anoda tersebut.

Pelaksanaan penelitian ini menuntut integrasi keilmuan dari berbagai disiplin guna memastikan konsistensi hasil pengujian. Aspek sintesis material dan pengolahan data turut didukung oleh Zuhrul Anam (Teknik Fisika 2024), Ethan Armana G. (Matematika 2024), serta Asty Goviana (Kimia 2025), sedangkan analisis keberlanjutan dikaji oleh Dinaesy Fadillah H. (Antropologi 2025). Perbedaan latar belakang kelima mahasiswa asal Banyumas ini mendorong tim untuk terus berdiskusi dan saling menyelaraskan konsep, khususnya saat menghadapi tantangan sistem pengukuran. Tim mengawasi berbagai variabel pengujian secara tepat, mulai dari massa material aktif, kualitas pelapisan elektroda, hingga kelayakan kontak antarkomponen, agar data elektrokimia yang diakuisisi selaras dengan rancangan eksperimen.
Hasil pendahuluan menunjukkan bahwa material yang dikembangkan mampu memberikan respons elektrokimia dan menghasilkan kapasitas penyimpanan muatan yang baik. Upaya ini sekaligus membuktikan bahwa limbah pertanian dan limbah teknologi memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk fungsional. Merespons capaian tersebut, Gilang merencanakan pengembangan sistem pengujian baterai terintegrasi, khususnya perancangan kendali galvanostatik otomatis guna mengatur parameter arus uji secara konsisten. Berkaca pada dinamika riset ini, ia turut mengajak mahasiswa lain untuk berani mengeksplorasi penelitian di luar zona nyaman. “Tidak perlu menunggu merasa benar-benar menguasai semua hal untuk mulai ikut penelitian. Justru melalui penelitian kita bisa belajar menghubungkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan permasalahan nyata,” tuturnya.

Inovasi pengolahan limbah menjadi material energi alternatif ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dukungan terhadap transisi teknologi penyimpanan energi merepresentasikan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau). Riset material tingkat lanjut pada sektor industri dalam negeri berkontribusi langsung pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sisa pertanian mendukung perwujudan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Keterlibatan aktif mahasiswa dalam riset lintas disiplin ini sejalan dengan upaya DIKE UGM dalam membekali mahasiswa agar mampu mengaplikasikan teori dari ruang kelas untuk melahirkan solusi yang relevan dengan dinamika tantangan masa depan.
Author : Faiz Anggoro
Editor : alukman
#SDGs7 #SDGs9 #SDGs12