Yogyakarta, 22 September 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tim riset robotika maritim Universitas Gadjah Mada (UGM), Tim Gamantaray, pada ajang Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026. Berlaga di Politeknik Negeri Bengkalis pada 14 hingga 17 September 2026, Tim Gamantaray Safinah One berhasil mengamankan Juara 3 pada subkategori Autonomous Surface Vessel (ASV). Capaian tingkat nasional ini didukung oleh kontribusi mahasiswa Program Studi Sarjana Elektronika dan Instrumentasi (Elins), Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM, yang turut merancang sistem kendali otonom kapal tersebut.

Kompetisi maritim yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) ini memperlombakan sejumlah bidang inovasi teknologi kelautan. Tim Gamantaray UGM mengirimkan delegasi untuk bersaing pada kategori Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), dan Remotely Operated Vehicle (ROV). Khusus pada kategori ASV, Tim Safinah One bertanding menghadapi 31 perguruan tinggi lain guna menyelesaikan misi navigasi buoy, pencitraan permukaan, pencitraan bawah air (underwater imaging), hingga manuver bersandar (docking). Penyelesaian misi otonom tersebut menuntut persiapan riset yang panjang dan pengamanan ekstra pada komponen elektronik dari paparan air. Anggota tim harus menguji setiap pembaruan sistem secara langsung ke perairan untuk memastikan kinerja instrumen berjalan baik sekaligus menyesuaikan pergerakan kapal dengan kondisi cuaca maupun embusan angin kencang.

Performa kapal otonom pada kategori tersebut diperkuat oleh kontribusi dua mahasiswa Elins angkatan 2024 yang tergabung dalam tim, yakni Nadya Naegri Swastika dan Dafinda Syakilla. Keduanya bertanggung jawab memastikan integrasi perangkat keras (hardware) dan pembacaan sensor berjalan presisi agar kapal mampu bernavigasi tanpa kendali manual. Teori dari bangku perkuliahan terkait sistem kendali, robotika, dan instrumen sensor menjadi dasar utama bagi mereka dalam merancang arsitektur elektronika kapal. Penerapan teori ini memastikan setiap instruksi navigasi dapat langsung diuji responsivitasnya secara aktual di atas permukaan air.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri masa puasa trofi bagi Tim Gamantaray pada ajang KKI sehingga memacu semangat seluruh anggota untuk terus menyempurnakan teknologi kapal otonom. Melalui pengalaman berharga ini, Dafinda turut mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk berani bergabung dalam komunitas riset kampus. “Bagi teman-teman yang tertarik, gas aja, jangan ragu untuk mencoba ikut tim riset di UGM, salah satunya Tim Gamantaray. Selain menguji kemampuan troubleshooting dan problem solving, kita juga mendapat pengalaman hands-on dengan menerapkan langsung materi dari perkuliahan Elins,” ungkapnya. Ke depan, pengembangan pada prototipe ASV ini, khususnya untuk Tim Gamantaray Safinah One, diharapkan dapat terus dikembangkan agar siap bersaing di tingkat internasional.

Inovasi kemaritiman yang digagas oleh mahasiswa melalui kompetisi ini mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Partisipasi generasi muda dalam kompetisi teknologi terapan sejalan dengan penerapan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan perangkat sensor untuk wahana otonom maritim mendukung secara langsung target SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, riset teknologi pencitraan bawah air turut memfasilitasi kelengkapan instrumen observasi yang selaras dengan target SDG 14 (Ekosistem Lautan). DIKE UGM senantiasa mendukung partisipasi mahasiswa dalam ekosistem riset guna melahirkan solusi teknologi inovatif yang mampu menjawab dinamika tantangan masa depan.
Author : Faiz Anggoro
Editor : Rifki
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs14