Yogyakarta, 8 September 2026 – Tim mahasiswa Humanoid Elins Research Club (ERC), Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM, mengukir prestasi tingkat internasional pada ajang Humanoid Virtual Athletics Challenge (HVAC) 2026. Berkompetisi secara daring dalam simulasi robotik kelas dunia di Jepang pada 1 September 2026 lalu, tim perwakilan UGM sukses memborong tiga penghargaan sekaligus, yakni Juara 1 Kategori Athletics, Juara 3 Kategori Sprint, serta Juara 3 Kategori Dance.

Penyelenggaraan kompetisi ini diinisiasi oleh Special Interest Group on Humanoid Robotics of the Robotics Society of Japan (RSJ-SIG-HR) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan RSJ Open Forum 2026. Ajang tersebut ditujukan untuk menguji keandalan teknik perencanaan gerak (motion planning) dan kontrol otonom robot berkaki dua (humanoid). Memanfaatkan platform simulasi utama Choreonoid, tim riset mahasiswa UGM menerjunkan dua robot andalannya, yakni ESR dan ESR V2, untuk bersaing dengan perguruan tinggi dari berbagai negara.
Performa robot ESR V2 UGM dibuktikan dengan meraih posisi puncak pada Kategori Athletics setelah menjadi satu-satunya peserta yang mampu melintasi dua sektor rintangan (1st Left dan 2nd Left) secara sempurna. Pada Kategori Sprint trek pendek, robot yang sama berhasil mengamankan podium ketiga melalui catatan waktu 10,60 detik di lintasan lurus 20 meter, membuntuti raihan tim Tamaki (6,91 detik) dan Hanasaki Dynamics (7,38 detik). Melengkapi raihan tersebut, robot ESR menduduki peringkat ketiga Kategori Dance berkat perolehan poin penuh pada aspek keterampilan (skill points) seperti step, slip, dan jump, serta nilai artistik (art points) yang mencakup koreografi, ekspresi, connection, dan sinkronisasi musik.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi riset lintas jenjang akademik dari 12 mahasiswa S1, S2, dan S3 dalam merancang pemodelan kendali otonom. Anggota tim tersebut meliputi Adi Sucipto dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer, serta Mohamad Nur Hidayat dan Zaidan Hakim dari Magister Elektronika dan Instrumentasi. Dari jenjang sarjana, perwakilan Ilmu Komputer terdiri atas Gracella Wiendy Koesnadi dan Mahardika Ramadhana, melengkapi tujuh mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi yang mencakup Hizkia Imanuel Prasetya, Hanif Abinawa, Muhammad Alfarizq, Muhammad Yogga Aminullah, Ilham Refansya, Bernardinus Farel Radhitya P., dan Adinda Vassya Muzahidin. Seluruh rangkaian riset hingga kompetisi ini berjalan di bawah bimbingan empat dosen DIKE UGM, yakni Dr. Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs., Dr.techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc., Oskar Natan, S.ST., M.Tr.T., Ph.D., dan M. Ridho Fuadin, S.Si., M.Cs.

Keberhasilan pengembangan teknologi robotika otonom pada ajang global ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Keterlibatan aktif mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan untuk berinovasi bersama mendukung perwujudan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan teknik perencanaan gerak dan kecerdasan buatan dalam simulasi robotik berkontribusi langsung pada penerapan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Partisipasi dalam kompetisi lintas negara turut merepresentasikan semangat kolaborasi global yang sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui capaian ini, DIKE UGM terus mendorong riset mahasiswa guna menghasilkan inovasi teknologi yang berdaya saing dan relevan di kancah internasional.
Author : Andi
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs17