Gandeng University of Vienna, MKA DIKE UGM Gelar DCSEminar dengan Topik An Introduction to Artificial General Intelligence Based on Interaction Spaces Theory

Gandeng University of Vienna, MKA DIKE UGM Gelar DCSEminar dengan Topik An Introduction to Artificial General Intelligence Based on Interaction Spaces Theory

Yogyakarta, 12 Februari 2026 – Program Studi Magister Kecerdasan Artifisial (MKA) bekerja sama dengan Intelligent System Laboratory Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM sukses menyelenggarakan kegiatan DCSEminar pada 12 Februari 2026. Bertempat di Ruang Turing, Gedung DIKE Lantai 4, seminar ini menghadirkan pakar matematika dari University of Vienna (Universität Wien), Austria, Dr. Paolo Giordano, Privatdoz. Dalam kesempatan ini, beliau membawakan topik inovatif bertajuk “An Introduction to Artificial General Intelligence Based on Interaction Spaces Theory”.

Dalam pemaparannya, Dr. Paolo Giordano membahas sebuah kerangka matematika universal untuk memahami sistem kompleks yang disebut sebagai Interaction Space (IS). Beliau menjelaskan bahwa Artificial General Intelligence (AGI) masa depan dapat dibangun berdasarkan teori ini. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang sangat bergantung pada data dalam jumlah masif (big data), teori ini menekankan pada kemampuan entitas untuk berinteraksi, belajar secara mandiri, dan beradaptasi tanpa kontrol eksternal. Pendekatan ini menjadi upaya solutif untuk menjawab tantangan model AI saat ini yang seringkali sulit diinterpretasikan “cara berpikirnya” dan membutuhkan sumber daya komputasi yang masif.

Lebih jauh mengenai teknis Interaction Space Theory, ditekankan bahwa sebuah sistem cerdas terdiri dari entitas-entitas yang saling berinteraksi melalui pengiriman sinyal atau “goods”. Dr. Paolo Giordano lantas memperkenalkan prinsip evolusi tergeneralisasi yang melibatkan dua proses berlawanan namun saling melengkapi, unification (penurunan biaya operasional/usaha) dan diversification (peningkatan variasi interaksi untuk ketahanan sistem). Metode ini memungkinkan pengembangan AGI yang tidak hanya lebih efisien, tetapi juga memiliki kejelasan metodologis karena menggunakan grafik sebab-akibat (cause-effect graphs) yang dapat dijelaskan (explainable).

Diskusi semakin mendalam ketika tiga pilar utama dalam pembelajaran AGI, yaitu aturan eksplorasi (exploration), abstraksi (abstraction), dan simulasi (simulation), turut dijabarkan. Menurut Dr. Giordano, melalui aturan-aturan inilah agen cerdas dapat membangun representasi mental dari lingkungannya, menciptakan hirarki pengetahuan dari tingkat konkret ke abstrak, serta melakukan simulasi mental untuk memprediksi hasil dari suatu tindakan sebelum benar-benar mengeksekusinya di dunia nyata.

Rangkaian seminar kemudian ditutup dengan sesi tambahan yang sangat dinantikan, yakni informasi mengenai peluang posisi PhD dan Postdoctoral di University of Vienna, Austria. Melalui kolaborasi internasional ini, DIKE UGM terus berkomitmen memperluas cakrawala akademik mahasiswanya dalam mengeksplorasi potensi AGI yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diskusi mendalam mengenai teknologi AGI yang lebih terpercaya, efisien, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan teknologi masa depan yang inklusif mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kolaborasi lintas negara dengan University of Vienna serta pembukaan peluang studi lanjut merupakan implementasi nyata dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang memperkuat pertukaran pengetahuan global demi kemajuan ilmu pengetahuan.

Author : Bintang Muhammad Madani
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs17


Sebelumnya
Berikutnya