Bandung, 10 Januari 2026 – Guru Besar Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika (STR), Prof. Dr. Ir. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menjadi salah satu narasumber dalam Muktamar ISNET Internasional ke-2 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) di Gedung PAU ITB. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Peradaban Indonesia Menuju 2045” ini merupakan sebuah forum strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk mendiskusikan arah pembangunan bangsa berbasis ilmu pengetahuan. Forum ini bertujuan untuk merefleksikan kembali peran sains dan teknologi dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, Prof. Jazi menyampaikan pandangannya mengenai penguasaan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang tidak hanya dilihat sebagai kompetensi teknis, melainkan sebagai bentuk “Ibadah Akal”. Beliau menekankan bahwa aktivitas riset dan pengembangan teknologi merupakan wujud tafakkur, yakni penggunaan akal secara aktif untuk memahami fenomena alam dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
Dalam paparannya, Prof. Jazi menegaskan bahwa aktivitas berpikir, meneliti, dan mengembangkan teknologi merupakan perwujudan tafakkur, yaitu penggunaan akal secara aktif untuk memahami tanda-tanda kekuasaan Tuhan di alam semesta. Tafakkur tidak berhenti pada perenungan konseptual, melainkan diwujudkan melalui observasi, eksperimen, riset, serta pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dengan perspektif ini, teknologi diposisikan sebagai alat bantu manusia untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, Prof. Jazi menekankan bahwa keunggulan suatu umat tidak cukup hanya diukur dari intensitas ritual, melainkan dari kapasitasnya menjadi pelopor solusi atas persoalan zaman. Semangat inilah yang dipegang teguh oleh DIKE FMIPA UGM melalui Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika, yang secara konsisten mendorong kolaborasi lintas disiplin. Integrasi ilmu komputer, elektronika, dan rekayasa diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata industri dan masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi adalah motor penggerak transformasi peradaban.

Selaras dengan tema Muktamar ISNET Internasional 2026, “Merajut Peradaban Indonesia Menuju 2045”, gagasan STEAM dan industri sebagai ‘ibadah akal’ memberikan pesan kuat bahwa kemajuan bangsa bergantung pada penguasaan teknologi yang beretika. Dengan menjadikan riset dan industrialisasi sebagai ekspresi syukur serta tanggung jawab moral, kontribusi DIKE UGM diharapkan dapat terus mengalir sebagai amal jariyah yang nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Gagasan yang disampaikan dalam forum ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan STEAM menjadi fondasi bagi SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan kemandirian industri yang berdaya saing nasional. Lebih jauh, teknologi yang dipandang sebagai alat stewardship dalam mengelola alam secara bijaksana turut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), khususnya dalam mitigasi bencana. Di saat yang sama, peran perguruan tinggi dalam mencetak SDM yang kompeten, berkarakter, dan berliterasi teknologi menjadi cerminan nyata dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Author : Jazi Eko Istiyanto
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs8 #SDGs9 #SDGs11 #SDGs13