Lab SKJ DIKE UGM Inisiasi Optimalisasi Sistem Presensi Asrama MAN 2 Yogyakarta

Lab SKJ DIKE UGM Inisiasi Optimalisasi Sistem Presensi Asrama MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Mengawali pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2026, tim dari Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan (SKJ) DIKE FMIPA UGM melakukan kunjungan ke MAN 2 Yogyakarta. Agenda ini merupakan tahap survei dan asesmen awal kebutuhan manajemen kesiswaan untuk program yang mengangkat tema “Bakti Pendidikan Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Presensi dalam Mendukung Keamanan dan Kedisiplinan Siswa”.

Kunjungan ini bertujuan memetakan tantangan riil yang dihadapi MAN 2 Yogyakarta, khususnya pada sistem asrama (boarding school). Sebagai madrasah dengan mobilitas siswa yang tinggi selama 24 jam, pihak sekolah menyatakan perlunya penguatan sistem pengawasan kehadiran dan perizinan untuk menjamin keamanan siswa.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Kepala Laboratorium SKJ, Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc., menegaskan komitmen laboratorium dalam hilirisasi riset ke masyarakat. Implementasi teknologi tepat guna, seperti Radio Frequency Identification (RFID) atau pengenalan wajah (face recognition), diharapkan mampu meminimalkan celah keamanan pada sistem manual. “Kami membawa tim multidisiplin yang terdiri dari dosen senior dan mahasiswa untuk memastikan keberlanjutan sistem ini di masa depan,” tegas Prof. Tri.

Agar teknologi yang dibangun tepat sasaran, Ketua Pelaksana PkM, Muhammad Oriza Nurfajri, S.Kom., M.IT., menjelaskan bahwa kehadiran tim Laboratorium SKJ bertujuan mendengarkan aspirasi pihak sekolah secara langsung. “Kami ingin memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan nanti bukan sekadar alat presensi, melainkan sebuah sistem perlindungan dan pendisiplinan yang integratif bagi siswa asrama,” papar Oriza. Melalui diskusi tersebut, tim Laboratorium SKJ menangkap urgensi digitalisasi pencatatan aktivitas siswa keluar-masuk asrama, terutama pada jam-jam krusial.

Berdasarkan hasil survei, tim Laboratorium SKJ UGM merumuskan proposal pengembangan sistem presensi berbasis teknologi digital yang akan terintegrasi dengan dasbor pemantauan real-time bagi wali asrama dan guru piket. Program ini turut melibatkan tim programmer mahasiswa sebagai pengembang sistem yang dipimpin oleh Ahsan Mubaarok. Langkah ini tidak hanya memberikan solusi inovatif bagi mitra sekolah, tetapi juga pengalaman praktis bagi mahasiswa.

Langkah kolaboratif dalam menghadirkan solusi pengembangan sistem digital ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan teratur melalui manajemen profesional merupakan bentuk implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Langkah ini didukung oleh penerapan inovasi digital yang memperkuat infrastruktur teknologi sekolah sesuai capaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Penciptaan komunitas asrama yang aman melalui pemantauan transparan ini turut mendorong terwujudnya SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) serta pembangunan integritas institusi yang adil sesuai SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Sebagai penutup, sinergi antara UGM dan MAN 2 Yogyakarta ini mengukuhkan pemenuhan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) guna menjawab tantangan era digital secara kolaboratif. Pihak madrasah menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut demi mewujudkan sekolah yang modern dan berkarakter digital.

Author : Oriza Nurfajri
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs11 #SDGs16 #SDGs17


Sebelumnya
Berikutnya