Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak dan Data UGM Presentasikan Kerangka AI Generatif Terdesentralisasi di ISWC 2025

Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak dan Data UGM Presentasikan Kerangka AI Generatif Terdesentralisasi di ISWC 2025

Jepang, 6 November 2025 – Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak dan Data, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA Universitas Gadjah Mada, berpartisipasi dalam konferensi internasional International Semantic Web Conference (ISWC) 2025 Companion Volume yang diselenggarakan pada 2-6 November 2025 di Nara, Jepang. Dalam forum ilmiah tersebut, tim peneliti UGM mempresentasikan riset terkait pengembangan arsitektur kecerdasan buatan generatif yang bersifat terdesentralisasi.

Paper berjudul “Decentralized Generative AI Framework with Solid” dipresentasikan oleh Dr. Kabul Kurniawan, dosen DIKE UGM sekaligus anggota kelompok riset Rekayasa Perangkat Lunak dan Data serta Center for Cryptography and Cybersecurity Research (CCCR) UGM. Penelitian ini mengangkat isu krusial dalam pemanfaatan Large Language Models (LLMs), khususnya terkait privasi, kepemilikan data, dan ketergantungan pengguna terhadap platform AI terpusat.

Dalam pemaparannya, Dr. Kabul menjelaskan bahwa sebagian besar aplikasi AI generatif saat ini masih mengharuskan pengguna menyimpan data pribadi pada infrastruktur penyedia layanan. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan risiko kebocoran data, keterbatasan interoperabilitas, serta vendor lock-in. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengusulkan arsitektur AI generatif terdesentralisasi berbasis Solid, sebuah standar penyimpanan data personal yang memberikan kendali penuh kepada pengguna atas data mereka.

Melalui pendekatan ini, data pengguna disimpan dalam Solid Pod milik masing-masing individu, bukan pada server terpusat. Aplikasi AI hanya dapat mengakses data berdasarkan izin eksplisit dari pengguna. Arsitektur ini memungkinkan berbagai model LLM, seperti GPT, LLaMA, DeepSeek, hingga Qwen, digunakan secara bergantian tanpa perlu memindahkan atau menggandakan data pengguna, sehingga menjaga privasi sekaligus fleksibilitas pemanfaatan model.

Tim UGM juga memperkenalkan DIKE-Chat, sebuah prototipe aplikasi percakapan berbasis AI yang mendukung multi-model LLM dengan konsistensi konteks lintas sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan terdesentralisasi ini mampu mempertahankan kualitas respons dan koherensi dialog, sekaligus meningkatkan transparansi serta kendali pengguna terhadap data pribadi.

Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), melalui pengembangan arsitektur AI generatif yang inovatif, interoperabel, dan berkelanjutan. Ke depan, tim peneliti berencana mengembangkan kerangka ini menuju konsep agentic AI yang lebih proaktif, dengan Solid Pod berperan sebagai memori dinamis bagi agen cerdas, guna mendukung ekosistem AI yang lebih etis, transparan, dan berpusat pada pengguna.

Author: Lab RPLD
Editor: Marina
#SDGs9


Sebelumnya
Berikutnya