Mahasiswa S1 Elektronika dan Instrumentasi Kembangkan Model AI untuk Klasifikasi Grade Teh Hitam Berbasis Aroma

Mahasiswa S1 Elektronika dan Instrumentasi Kembangkan Model AI untuk Klasifikasi Grade Teh Hitam Berbasis Aroma

Yogyakarta, 16 Desember 2025 – Mahasiswa Prodi S1 Elektronika dan Instrumentasi, Philipus Febriano Kurnia Putra, mengembangkan model klasifikasi kualitas teh hitam berbasis electronic nose (e-nose) dan kecerdasan artifisial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fitur aroma paling representatif untuk mengklasifikasikan kualitas teh hitam ke dalam sepuluh grade secara konsisten. Kegiatan riset ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Dyah Aruming Tyas dan Dr. Danang Lelono.

Penelitian memanfaatkan dataset sekunder berupa data aroma ampas daun teh hitam yang diperoleh dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dengan sampel daun teh berasal dari PT Pagilaran. Akuisisi data dilakukan menggunakan perangkat e-nose yang dilengkapi enam sensor gas dengan sensitivitas berbeda terhadap senyawa volatil. Pola respons sensor tersebut digunakan untuk merepresentasikan karakteristik aroma dari sepuluh kelas kualitas teh, yaitu PF, PF II, PF III, F I, F II, DUST, DUST II, BOP, BOPF, dan BOHEA.

Secara metodologis, penelitian ini melalui tahapan prapemrosesan data, ekstraksi fitur statistik, seleksi fitur, hingga proses klasifikasi. Metode seleksi fitur dilakukan menggunakan Recursive Feature Elimination (RFE) dan Principal Component Analysis (PCA) untuk memperoleh fitur aroma paling informatif. Selanjutnya, algoritma Support Vector Machine (SVM) diterapkan sebagai model klasifikasi untuk membedakan kualitas teh ke dalam sepuluh kelas, sekaligus mengidentifikasi fitur sensor yang paling berpengaruh terhadap performa model.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi terbaik mampu mencapai akurasi sebesar 89,85 persen, meningkat dibandingkan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya mengklasifikasikan hingga tujuh kelas kualitas teh. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kombinasi 18 fitur aroma merupakan konfigurasi paling optimal untuk klasifikasi sepuluh grade teh hitam. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mengenai karakteristik sensor dan fitur statistik aroma yang berperan penting dalam penentuan mutu teh secara detail.

Pengembangan model klasifikasi kualitas teh hitam berbasis AI ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi sensor cerdas dan kecerdasan artifisial dalam modernisasi agroindustri, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendukung proses penilaian mutu yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan di industri teh.

Author: Philipus Febriano Kurnia Putra, Dyah Aruming Tyas
Editor: Marina
#SDGs9 #SDGs12


Sebelumnya
Berikutnya