Program Doktor Ilmu Komputer DIKE UGM Selenggarakan Seminar Kiat dan Strategi Sukses menjadi Pembimbing Tugas Akhir

Program Doktor Ilmu Komputer DIKE UGM Selenggarakan Seminar Kiat dan Strategi Sukses menjadi Pembimbing Tugas Akhir

Yogyakarta, 3 Februari 2026 – Proses bimbingan tugas akhir sering kali menjadi fase krusial yang penuh dinamika emosional, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Menyadari bahwa tantangan terbesar dalam penyelesaian disertasi, tesis, dan skripsi kerap kali bukan pada aspek akademis semata, melainkan hambatan komunikasi, Program Doktor Ilmu Komputer, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan seminar “Kiat dan Strategi Sukses menjadi Pembimbing Tugas Akhir”. Bertempat di Ruang Turing, Gedung DIKE Lantai 4, acara ini menghadirkan pakar psikologi senior, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog.

Dalam forum yang dihadiri oleh jajaran dosen DIKE UGM tersebut, Dr. Sumaryono membuka wawasan baru mengenai siapa sebenarnya mahasiswa yang sedang dihadapi di ruang-ruang bimbingan saat ini. Salah satu materi yang disampaikan mengenai “Memahami Mereka, Generasi YZ”, beliau mengajak para pembimbing untuk menyelami karakteristik unik mahasiswa kelahiran tahun 1900-an akhir hingga 2000-an. Mereka digambarkan sebagai generasi digital native dan pembelajar cepat (fast learner) dengan wawasan luas berkat akses internet, namun memiliki kecenderungan pemahaman yang terkadang kurang mendalam. 

Salah satu sorotan paling menarik dari materi seminar adalah adanya “tembok bahasa” antara dosen dan mahasiswa. Dr. Sumaryono menekankan sebuah fakta psikologis penting bahwa mahasiswa generasi ini memiliki ketertarikan tinggi pada isu-isu kekinian dan filosofis, namun memiliki kelemahan spesifik, yaitu sulit menangkap instruksi tersirat.

“Sering kali dosen merasa sudah memberikan arahan, namun mahasiswa tidak menangkapnya karena disampaikan secara implisit atau ‘kode’. Generasi ini membutuhkan komunikasi yang lugas, eksplisit, dan to the point,” jelas Dr. Sumaryono. Pemahaman ini menjadi kunci strategi baru bagi para dosen untuk mengubah gaya komunikasi agar lebih efektif, menghindari kesalahpahaman yang sering berujung pada macetnya progres penulisan tugas akhir.

Selain aspek komunikasi, seminar ini juga menyinggung karakter mahasiswa yang kritis dan tidak mudah “terbeli” oleh ajakan semata, bahkan terkadang cenderung keras kepala dalam mempertahankan argumen. Oleh karena itu, Dr. Sumaryono menyarankan pendekatan bimbingan yang bersifat dialogis dan setara, di mana dosen tidak hanya memosisikan diri sebagai instruktur, tetapi sebagai mentor yang mendengarkan dan mengarahkan potensi kritis tersebut menjadi karya ilmiah yang solid.

Melalui seminar ini, diharapkan tercipta ekosistem akademik yang lebih sehat di lingkungan DIKE UGM, di mana hubungan antara dosen dan mahasiswa yang didasari pemahaman psikologis tidak hanya mampu mengakselerasi masa studi dan mencetak lulusan yang tangguh, tetapi juga selaras dengan semangat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan kualitas metode pembimbingan ini menjadi pilar pendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara fokus pada kesehatan mental dan kenyamanan interaksi akademik berkontribusi nyata pada perwujudan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) bagi seluruh civitas akademika.

Author : Faiz Anggoro
Editor : Rifki
#SDGs3 #SDGs4


Sebelumnya
Berikutnya