Mahasiswa S1 Ilmu Komputer UGM Raih Best Presentation di ARKAVIDIA 10.0 2026

Mahasiswa S1 Ilmu Komputer UGM Raih Best Presentation di ARKAVIDIA 10.0 2026

Bandung, 28 Februari 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Nareswari Ayu Prabowo, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komputer, berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam ajang Hackvidia (Hackathon) pada kompetisi Arkavidia 10.0 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2026.

Arkavidia merupakan kompetisi teknologi informasi tahunan berskala nasional yang dibuat oleh Himpunan Mahasiswa Informatika ITB. Pada edisi ke-10 ini, Arkavidia mengangkat tema besar “Igniting Innovation and Competence to Shape an Inclusive Digital Landscape”, yang bertujuan mendorong inovasi dan meningkatkan kompetensi talenta digital Indonesia dalam membangun ekosistem teknologi yang inklusif. Salah satu cabang kompetisi dalam Arkavidia adalah Hackvidia, yaitu kompetisi hackathon yang menantang peserta dari berbagai latar belakang mulai dari developer, desainer, hingga inovator untuk merancang dan mengembangkan solusi teknologi dalam waktu terbatas. Pada tahun ini, Hackvidia mengusung tema “Re:AI – Architecture Tomorrow’s Organizations”, yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk organisasi masa depan.

Dalam kompetisi tersebut, Nareswari tergabung dalam Tim Gadjah Mada Tuir bersama Hanifah Putri Ariani, Muhamad Daffa Azfa Rabbani, dan Arkananta Firjatullah Ariza. Tim ini berhasil menarik perhatian juri melalui kemampuan presentasi yang kuat serta solusi inovatif yang mereka tawarkan, sehingga berhasil meraih penghargaan Best Presentation. Tim Gadjah Mada Tuir mengembangkan proyek bertajuk BIMA (Business Intelligence & Machine Assistant). BIMA merupakan solusi berbasis teknologi yang mengintegrasikan AI automation dan advanced analytics untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah (Retail SMB) dalam mengambil keputusan operasional secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Sebagai sebuah decision enabler, BIMA dirancang untuk mengolah data menjadi wawasan strategis yang dapat langsung diimplementasikan. Dengan pendekatan ini, sistem tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan pendapatan bisnis.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UGM mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang teknologi dan inovasi. Selain itu, capaian ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menciptakan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan ide kreatif, meningkatkan kemampuan teknis, serta berani berkompetisi dalam ajang-ajang inovasi teknologi di masa mendatang. Keberhasilan ini juga sesuai dengan kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam solusi BIMA mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis, serta mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan transformasi digital. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi tim lintas bidang dalam pengembangan solusi teknologi.

Author : Aditya Setya Nugraha
Editor : Rifki
#SDGs8 #SDGs9 #SDGs17


Sebelumnya
Berikutnya