Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Guna mendukung pengembangan riset pelacakan mata (eye tracking), Laboratorium Algoritma dan Komputasi (AK) DIKE FMIPA UGM melengkapi fasilitas risetnya dengan perangkat lunak Tobii Pro Lab. Perangkat lunak ini bertugas sebagai lingkungan kerja terpadu untuk merancang, menjalankan, dan menganalisis eksperimen eye tracking. Integrasi sistem ini mempermudah peneliti dalam mengelola alur penelitian secara utuh, mulai dari penyusunan stimulus eksperimen, pengumpulan data, hingga pengolahan analisis akhir.

Dalam penelitian eye tracking, data yang dikumpulkan tidak hanya berupa titik pandang, melainkan mencakup durasi fiksasi, urutan perpindahan perhatian, area yang paling sering dilihat, serta pola interaksi visual pengguna terhadap suatu tampilan. Tobii Pro Lab menyederhanakan kompleksitas tersebut agar lebih terstruktur dengan memungkinkan peneliti merancang eksperimen menggunakan stimulus visual berupa gambar, video, halaman web, tampilan aplikasi, antarmuka sistem, materi pembelajaran digital, maupun visualisasi data. Proses ini mendukung analisis yang lebih sistematis dan efisien, khususnya melalui fitur Area of Interest (AOI). Dengan AOI, peneliti dapat mengetahui apakah bagian penting dalam sebuah antarmuka benar-benar diperhatikan oleh pengguna, berapa lama pengguna melihat bagian tersebut, dan bagaimana urutan perhatian pengguna terhadap elemen-elemen yang ada.
Kemampuan analitis ini menunjang penelitian di bidang Interaksi Manusia dan Komputer (Human-Computer Interaction/HCI) serta Pengalaman Pengguna (User Experience/UX). Melalui Tobii Pro Lab, evaluasi desain antarmuka dapat diperkuat dengan data objektif untuk menjawab apakah pengguna mengalami kebingungan saat menggunakan aplikasi, apakah informasi utama mudah ditemukan, atau apakah tata letak sistem sudah mendukung alur kerja pengguna secara efektif. Perangkat ini juga memfasilitasi evaluasi di bidang visualisasi data. Peneliti dapat mendeteksi apakah grafik, tabel, atau dashboard dibaca sesuai alur yang diharapkan sehingga tata letak visualisasi dapat dirancang lebih jelas dan efisien.

Penerapan Tobii Pro Lab juga relevan untuk penelitian teknologi pendidikan guna menganalisis bagaimana mahasiswa membaca kode program, memahami diagram algoritma, mengikuti visualisasi struktur data, atau mempelajari materi digital. Temuan tersebut menjadi acuan faktual untuk menyusun desain bahan ajar yang lebih efektif. Selain untuk evaluasi pembelajaran, data perilaku kognitif ini turut dimanfaatkan sebagai masukan dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan machine learning. Informasi mengenai tingkat kebingungan maupun beban kognitif dapat dikombinasikan dengan data interaksi lain guna melatih sistem komputasi yang lebih cerdas, adaptif, dan responsif terhadap profil pengguna.
Integrasi antara teknologi perekam fisik dan sistem analisis digital yang memastikan prosedur eksperimen di laboratorium berjalan secara konsisten, terkontrol, dan terdokumentasi ini turut selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penggunaan fasilitas ini untuk mengevaluasi efektivitas materi pembelajaran secara langsung mendukung pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pada penerapannya, pengembangan sistem antarmuka cerdas dan inovasi visualisasi data merupakan wujud penerapan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui ekosistem riset yang terpadu ini, kegiatan penelitian di lingkungan DIKE UGM diharapkan mampu menghasilkan solusi yang terukur dan berpusat pada kebutuhan nyata pengguna.
Author : Novera
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9