Dosen Lab SKJ DIKE UGM Nilai Inovasi Digital Mahasiswa sebagai Juri Final Pitching GDGoC 2026

Dosen Lab SKJ DIKE UGM Nilai Inovasi Digital Mahasiswa sebagai Juri Final Pitching GDGoC 2026

Yogyakarta, 21 Juni 2026 – Dukungan terhadap ekosistem inovasi digital mahasiswa terus diwujudkan melalui penilaian mendalam terhadap kualitas gagasan, kekuatan implementasi teknologi, kematangan solusi, serta potensi keberlanjutan produk. Komitmen tersebut ditunjukkan oleh dosen Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan (SKJ) DIKE FMIPA UGM, Muhammad Oriza Nurfajri, yang berpartisipasi sebagai juri akademisi dalam kegiatan Final Pitching & Graduation GDGoC UGM 2025/2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium RMJT Soehakso pada 21 Juni 2026 ini menjadi ruang kontribusi akademik bagi laboratorium untuk mengawal pengembangan solusi teknologi yang digagas oleh para mahasiswa.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian hackathon internal yang mempertemukan lima tim finalis. Kelima tim tersebut mempresentasikan beragam purwarupa digital, mulai dari deteksi tuberkulosis berbasis AI, verifikasi risiko penipuan kos, pendamping ekspor untuk UMKM kreatif, kesehatan mental berbasis web app, hingga ekosistem rekomendasi makanan sehat. Sebagai juri akademisi, Oriza memfokuskan penilaian pada validitas masalah, ketepatan metodologi teknis, kualitas arsitektur sistem, serta penggunaan data dan AI guna memastikan kesiapan produk untuk diuji di masyarakat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian, Tim Wong Limo berhasil meraih peringkat pertama dengan skor 80,27 melalui produk Exportise. Posisi berikutnya secara berurutan ditempati oleh Elephant Mada University (78,71), GiziGang (78,61), Nirwana Bahari (75,34), dan Project Team 14 (66,87). Exportise merupakan aplikasi seluler berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu UMKM kreatif memasuki pasar ekspor. Melalui integrasi fitur Market Trend Analysis, Market’s Consumer Review Analysis, dan AI Design Reference Generator, inovasi ini mampu menjadi asisten pengambil keputusan bagi UMKM untuk meriset pasar dengan cepat sesuai dengan kebutuhan pasar negara tujuan.

Keterlibatan Laboratorium SKJ DIKE UGM dalam kegiatan ini menunjukkan perannya dalam memberi masukan terkait desain sistem, reliabilitas aplikasi, skalabilitas teknologi, keamanan data, serta kesiapan produk untuk masuk ke tahap validasi yang lebih serius. Dalam sesi penjurian, peserta tidak hanya dituntut untuk menjelaskan fitur, tetapi juga mempertanggungjawabkan asumsi produk, sumber data, risiko implementasi, dan strategi keberlanjutan. Forum ini secara efektif mempertemukan mahasiswa dengan perspektif akademisi, praktisi, dan pelaku bisnis, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih komprehensif. Mahasiswa belajar menguji argumen, mengukur dampak, memahami pengguna, dan menyiapkan produk agar lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat, menjadikannya sebuah pembelajaran praktis yang sangat dekat dengan realitas dunia industri, riset, dan kewirausahaan teknologi.

Partisipasi dalam forum penjurian ini tidak sekadar mendukung agenda pengembangan talenta digital, tetapi juga menjadi wujud komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ruang pembelajaran berbasis pengalaman nyata ini secara langsung mewujudkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara rancangan aplikasi pendamping ekspor UMKM sangat relevan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan oleh para finalis turut merepresentasikan pemenuhan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), yang keseluruhannya didukung melalui kemitraan lintas sektor sesuai prinsip SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Ke depan, Lab SKJ DIKE UGM berharap akan semakin banyak kegiatan inovasi mahasiswa yang lahir dari ekosistem akademik kolaboratif sehingga mereka dapat terus didorong untuk membangun solusi digital unggul dengan dampak keberlanjutan yang jelas.

Author : Muhammad Oriza Nurfajri
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs8 #SDGs9 #SDGs17


Sebelumnya
Berikutnya