Prodi Elektronika dan Instrumentasi UGM Perkuat Kesiapan Implementasi RPL Guna Perluas Akses Pendidikan

Prodi Elektronika dan Instrumentasi UGM Perkuat Kesiapan Implementasi RPL Guna Perluas Akses Pendidikan

Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Tidak sedikit masyarakat yang telah memiliki kompetensi memadai dari pengalaman kerja maupun pelatihan profesional, tetapi belum memperoleh pengakuan akademik sehingga terhambat untuk melanjutkan pendidikan. Sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas, Program Studi Sarjana Elektronika dan Instrumentasi (Elins), Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM menyelenggarakan Workshop Persiapan Implementasi dan Pelatihan Penilai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Hyatt Regency Yogyakarta pada 24 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan dari lingkungan program studi. Sebagai sebuah mekanisme akademik, Rekognisi Pembelajaran Lampau memberikan pengakuan institusi terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja praktis. Melalui skema ini, masyarakat berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mengulang seluruh proses pembelajaran yang telah dikuasainya, sehingga efisiensi waktu studi dapat tercapai dengan tetap menjaga standar mutu akademik. 

Workshop ini menghadirkan Alif Subandono, S.T., M.Eng. sebagai narasumber utama yang memaparkan kebijakan dan implementasi RPL di perguruan tinggi, persiapan penerimaan mahasiswa jalur RPL, mekanisme dan teknik penilaian, hingga penyusunan dokumen pendukung asesmen. Para peserta juga melakukan diskusi interaktif, studi kasus, serta simulasi penilaian calon mahasiswa berdasarkan bukti capaian pembelajaran. Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan pelaksanaan RPL di tingkat program studi, sekaligus meningkatkan kapasitas calon penilai dalam melaksanakan asesmen yang objektif, transparan, dan sesuai standar akademik. Rangkaian pelatihan ini turut menyamakan persepsi terkait penjaminan mutu, serta menghasilkan rencana tindak lanjut untuk mendukung pelaksanaan RPL secara berkelanjutan.

Ketua Program Studi Sarjana Elins, Dr. techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, menyampaikan bahwa implementasi RPL merupakan bagian dari upaya institusi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia dan sistem asesmen yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga mutu akademik sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi. Sebagai tindak lanjut, program studi berencana melanjutkan penyusunan pedoman teknis, memperkuat koordinasi antarunit, serta melakukan pendampingan implementasi RPL secara berkelanjutan. Informasi mengenai persyaratan, alur pendaftaran, dan mekanisme asesmen Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi Sarjana Elins UGM dapat diakses melalui laman resmihttp://ugm.id/RPLProdiS1ELINS.

Pelaksanaan pelatihan dan persiapan implementasi RPL dalam memperluas akses pendidikan melalui jalur ekuivalensi ini turut mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penyediaan layanan pendidikan tinggi yang inklusif merupakan wujud implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara pengakuan kompetensi kerja yang secara langsung mendukung peningkatan karier masyarakat berjalan selaras dengan capaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui penguatan tata kelola asesmen akademik ini, DIKE UGM terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan dinamika dunia kerja.

Author : Agus Isnaini
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs8


Sebelumnya
Berikutnya