Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Guru Besar sekaligus Kepala Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika (STR) DIKE FMIPA UGM, Prof. Dr. Ir. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., hadir sebagai narasumber dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Sinergi Penguatan Infrastruktur Telekomunikasi dan Ketahanan Siber di Wilayah Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam RI) di The Rich Jogja Hotel pada 24 Juni 2026. Dibuka oleh Deputi IV Bidang Koordinasi Telekomunikasi dan Informasi Kemenko Polkam RI, Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto, S.I.P., M.Tr., forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor guna memperkuat infrastruktur telekomunikasi dan ketahanan siber dalam mendukung pembangunan IKN.

Dalam forum tersebut, Prof. Jazi membawakan paparan berjudul “Perspektif Akademik dalam Mewujudkan IKN sebagai Ibu Kota Cerdas, Hijau, dan Aman: Optimalisasi Sumber Daya dan Pengambilan Keputusan yang Sahih sebagai Fondasi Kota Cerdas yang Tangguh”. Ia menjelaskan bahwa pembangunan kota ini tidak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan penciptaan ekosistem kota berbasis data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tata kelola digital, energi andal, serta ketahanan siber. IKN memiliki peluang besar sebagai kota terencana yang mengandalkan ribuan sensor untuk membaca kondisi kota, mulai dari lalu lintas, energi, air, gedung, hingga layanan publik. Data tersebut kemudian dihimpun dan dianalisis untuk menghasilkan berbagai skenario kebijakan yang dapat membantu pengambil keputusan memilih opsi terbaik dengan mempertimbangkan implikasinya.
Keberhasilan ekosistem tersebut sangat bergantung pada tiga aspek krusial, yakni keandalan energi, tata kelola data, dan keamanan digital. Prof. Jazi menyoroti pentingnya pengembangan jaringan listrik cerdas (smart grid) yang mampu mengelola berbagai sumber energi secara terintegrasi, termasuk energi fosil, energi terbarukan, dan opsi energi berdensitas tinggi untuk kebutuhan jangka panjang. Pada aspek tata kelola, aliran data lintas instansi harus terkonsolidasi dengan baik agar pimpinan tidak kehilangan gambaran utuh atas kondisi kota. Sementara itu, perlindungan siber wajib ditanamkan sejak awal perancangan (secure by design) guna mencegah manipulasi data maupun model AI yang berpotensi memicu keputusan keliru.

Paparan ini turut mendorong pergeseran paradigma dari sekadar keamanan menuju ketahanan siber, yang mengasumsikan bahwa sistem harus senantiasa siap menghadapi serangan dengan kemampuan mengidentifikasi risiko, melindungi aset vital, mendeteksi anomali, merespons insiden, dan memulihkan layanan secara cepat. Peta jalan yang direkomendasikan mencakup tahap jangka pendek berupa pemetaan aset, konsolidasi data lintas instansi, serta literasi siber bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pelopor di IKN. Pada jangka menengah, operasionalisasi Pusat Operasi Keamanan (Security Operation Center/SOC) kota perlu terintegrasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) kawasan. Untuk target jangka panjang, IKN didorong mencapai kematangan infrastruktur informasi vital, menjalankan diversifikasi energi, dan bersiap menuju migrasi kriptografi tahan-kuantum.

Perspektif akademik yang disampaikan oleh Prof. Jazi dalam merumuskan arah pembangunan IKN sebagai ekosistem kota cerdas turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemenuhan pasokan energi andal beririsan dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), yang menopang penguatan infrastruktur digital pada capaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Rancangan IKN yang hijau dan aman mencerminkan implementasi SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), ditunjang oleh tata kelola data untuk kelembagaan yang tangguh pada SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta direalisasikan melalui kolaborasi lintas sektor sesuai prinsip SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Keterlibatan ini merepresentasikan peran aktif Laboratorium STR DIKE UGM dalam mendukung pengembangan teknologi sistem tertanam, robotika, keamanan informasi, dan sistem siber-fisik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Author : Jazi Eko Istiyanto
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs7 #SDGs9 #SDGs11 #SDGs16 #SDGs17