Yogyakarta, 1 Agustus 2026 – Memasuki hari keenam, DCSE Summer Course 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM kembali menghadirkan empat sesi materi yang membahas keamanan sistem komputasi, robotika otonom untuk lingkungan luar ruangan, analisis citra medis untuk deteksi kanker kulit, hingga pemanfaatan knowledge graph untuk keamanan siber. Melalui berbagai topik tersebut, peserta diajak memahami perkembangan teknologi AI dan penerapannya dalam berbagai bidang.
Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Naveed Ul Mustafa, asisten profesor dari New Mexico State University, yang membahas riset komputasi yang aman dan efisien, khususnya terkait persistent memory dan hardware enclave. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan data yang sangat cepat menuntut sistem penyimpanan yang stabil, konsisten, dan aman. Untuk itu, ia mengembangkan sistem bernama “PMO Checker” untuk melindungi data dari serangan antarproses. Selain itu, ia membahas tantangan performa pada hardware enclave, seperti Intel SGX, sekaligus mengusulkan pendekatan khusus berupa “Security Service Engine” untuk mengurangi beban context switching dan meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Roni Permana Saputra, S.T., M.Eng.Sc., Senior Researcher sekaligus Research Group Leader untuk Robotics and System Intelligence di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang membahas robot mobile otonom untuk lingkungan luar ruangan. Ia menjelaskan bahwa sistem robotika otonom bekerja melalui siklus tertutup antara sensing, estimasi, perencanaan, dan aksi untuk menjawab tiga pertanyaan mendasar, yaitu posisi robot saat ini, tujuan yang hendak dicapai, serta cara mencapainya. Menurutnya, lingkungan luar ruangan memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan lingkungan indoor karena kondisi medan yang dinamis dan berskala besar. Oleh karena itu, pemilihan sistem pergerakan dan kombinasi berbagai sensor menjadi penting. Ia turut memperkenalkan sejumlah rancangan yang dikembangkan BRIN, termasuk robot transporter otonom dan robot pengantar untuk kawasan perkotaan terbatas.
Sesi ketiga dibawakan oleh Nishat Naoal Oishee yang memaparkan risetnya terkait analisis citra histopatologi melanoma. Ia mengembangkan pipeline yang dapat diinterpretasikan dan tetap efisien dijalankan pada CPU untuk menghubungkan tiga tahap analisis jaringan, yaitu segmentasi nukleus, segmentasi wilayah jaringan, serta pemetaan infiltrasi sel imun. Dari hasil risetnya, ia menemukan bahwa segmentasi wilayah jaringan menjadi tantangan terbesar dibandingkan segmentasi nukleus. Sementara itu, framework yang dikembangkannya cukup akurat dalam menangkap pola infiltrasi imun secara keseluruhan. Ke depan, ia berencana memperluas validasi risetnya dengan melibatkan lebih banyak ahli patologi serta mengaitkan temuan berbasis citra dengan data klinis pasien.

Rangkaian hari keenam ditutup oleh Dr. Kabul Kurniawan yang membahas pemanfaatan knowledge graph berbasis AI untuk analisis keamanan siber secara otomatis. Ia menjelaskan bahwa knowledge graph dapat digunakan untuk merekonstruksi insiden keamanan dengan memetakan hubungan antara file, proses, dan alamat IP dalam data log, sekaligus mengintegrasikan berbagai sumber informasi ancaman ke dalam struktur graf yang saling terhubung. Ia juga memaparkan bagaimana pendekatan retrieval-augmented generation (RAG) dan sistem neuro-simbolik dapat membantu mengurangi risiko halusinasi pada LLM, serta bagaimana agentic AI dapat mengoordinasikan sejumlah agen khusus untuk memastikan jawaban yang dihasilkan tetap relevan.
Rangkaian materi pada hari keenam ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemanfaatan AI untuk mendukung deteksi dini kanker kulit, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan sistem komputasi yang aman serta robotika otonom untuk berbagai sektor industri, dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan sistem keamanan siber berbasis knowledge graph untuk melindungi infrastruktur digital. Melalui DCSE Summer Course 2026, DIKE UGM turut memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi yang mendukung kesehatan, inovasi industri, dan keamanan infrastruktur digital.
Author: Marina Indah
Editor: Hikmah Nursidik
#SGDs3 #SGDs9 #SGDs16