Yogyakarta, 3 Agustus 2026 – Memasuki hari ketujuh, rangkaian DCSE Summer Course 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM menggelar sesi presentasi proyek akhir peserta. Pada kegiatan ini, setiap kelompok memaparkan hasil inovasi mereka di hadapan dewan juri. Seluruh proyek yang ditampilkan mengusung tema “Empowering Society Through AI & Robotics for a Human-Centered and Sustainable Future” dengan tiga aspek yang harus dipenuhi, yaitu solusi yang berpusat pada kebutuhan manusia, dikembangkan melalui kolaborasi tim lintas negara, serta berorientasi pada implementasi. Topik pilihan yang ditawarkan mencakup ragam sektor, mulai dari kesehatan, pertanian berkelanjutan, kota cerdas (smart city), teknologi pendidikan, pelestarian budaya, hingga etika digital dan keamanan informasi.

Pemaparan inovasi diawali dengan sistem penjadwalan kelas otomatis guna mengatasi kerumitan alokasi jadwal sekolah antara guru, kelas, mata pelajaran, dan ruangan. Memanfaatkan algoritma genetika yang meniru proses evolusi, kelompok pertama ini mampu menguji ribuan kombinasi dengan mempertimbangkan lima batasan sehingga berhasil menyusun jadwal tanpa konflik hanya dalam waktu sekitar 0,3 detik pada uji coba dengan dataset kecil. Tim kedua kemudian berfokus pada sektor kesehatan dengan menghadirkan sistem deteksi dini retinopati diabetik menggunakan arsitektur MobileNet V2. Mengingat sifatnya yang ringan, purwarupa ini berpotensi diintegrasikan pada perangkat portabel pada masa mendatang, meski pengembangannya masih membutuhkan variasi data guna meningkatkan akurasi validasi sekitar 65 persen. Beralih pada pelestarian budaya, tim ketiga memperkenalkan aplikasi pemandu wisata cerdas yang memadukan pengenalan objek bersejarah dengan narasi kontekstual dari referensi yang valid guna memperkaya pemahaman pengunjung.

Beranjak pada efisiensi manajerial, tim keempat mempresentasikan chatbot cerdas bernama HR-Made AI yang dirancang untuk merespons pertanyaan karyawan secara instan selama 24 jam. Sistem berbasis AI ini secara otomatis akan meneruskan persoalan kompleks kepada staf terkait, dengan rencana pengembangan mencakup analisis sentimen dan prediksi kebutuhan sumber daya manusia. Inovasi kembali menyoroti sektor kesehatan ketika tim kelima memperkenalkan sistem pendukung keputusan guna membantu penerimaan pasien ICU. Sistem ini mengolah data klinis untuk memprediksi risiko kematian secara transparan menggunakan large language model (LLM) agar mudah dipahami oleh tenaga medis. Pada sesi berikutnya, tim keenam memaparkan platform kesiapsiagaan bencana Tamman Siaga AI yang menggabungkan mode pembelajaran dan mode darurat secara personal berdasarkan lokasi dan usia pengguna. Dewan juri memberikan apresiasi sekaligus menyarankan pengembangan fungsi luring (offline) bagi wilayah dengan akses internet yang terbatas serta pemfokusan mitigasi pada bencana lokal.

Persoalan tata kelola lingkungan hidup turut direspons oleh tim ketujuh melalui Smart Waste Management. Teknologi ini memadukan computer vision untuk klasifikasi sampah secara real-time dan robot otonom pengangkut, yang juga dilengkapi fitur poin penghargaan guna mendorong kebiasaan masyarakat agar lebih ramah lingkungan. Rangkaian presentasi proyek ditutup oleh kelompok kedelapan yang merancang sistem asisten konten digital berbasis AI untuk mempermudah kreator dalam mengotomatisasi penulisan naskah, perencanaan unggahan, hingga pengelolaan kalender pemasaran secara efisien.
Seluruh rangkaian inovasi dari beragam tema proyek akhir peserta, mulai dari sektor kesehatan hingga pelestarian budaya ini, berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Terobosan deteksi dini retinopati diabetik dan sistem pendukung keputusan klinis ICU selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sistem penjadwalan kelas otomatis dan platform edukasi kesiapsiagaan bencana mendukung pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, pengelolaan sampah cerdas beserta pelestarian warisan budaya merepresentasikan wujud implementasi SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Penyelenggaraan DCSE Summer Course 2026 oleh DIKE UGM membuktikan bahwa kolaborasi akademik lintas negara mampu menghasilkan solusi teknologi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Author : Marina Indah
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs3 #SDGs4 #SDGs11