Yogyakarta, 12 Agustus 2026 – Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika (STR) DIKE FMIPA UGM menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mendiskusikan Kajian Tinjauan ke Depan (foresight) Riset, Teknologi, dan Inovasi (RTI) Bidang Ketenaganukliran. Agenda pertemuan yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 ini dirancang untuk menyusun rumusan strategis mengenai arah pengembangan teknologi ketenaganukliran, yang akan menjadi fondasi penting guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Laboratorium STR, Prof. Dr. Ir. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., bersama Ketua Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi (MEI), Dr. Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs., dan Dr. Danang Lelono, S.Si., M.T. Dari pihak BRIN, delegasi yang hadir meliputi Elrade Rofaani selaku Anggota Tim Tinjauan ke Depan dan Analisis Tren RTI, Yusrial Bachtiar selaku Anggota Tim Akuisisi dan Analisis Data RTI, serta Wahyudin selaku Anggota Tim Penelitian Indikator RTI. Pertemuan antarinstitusi ini difokuskan untuk mengumpulkan masukan pakar guna memperkuat penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based) di bidang ketenaganukliran.

Diskusi utama menyoroti peningkatan kapabilitas inovasi ketenaganukliran dengan memetakan delapan ruang kebijakan, mulai dari transisi energi, pangan, kesehatan, lingkungan, hilirisasi dan industrialisasi, sumber daya alam strategis, kapasitas ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi serta ekosistem RTI nuklir, hingga ketahanan nasional. Penyusunan kajian ini menggunakan pendekatan foresight melalui pemindaian cakrawala (horizon scanning), analisis STEEP, pemetaan pendorong (driver mapping), dan perencanaan skenario. Sejumlah isu tersebut memiliki irisan kuat dengan kompetensi Lab STR, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan, kembaran digital (digital twin), sistem sensor, dan keamanan siber. Secara spesifik, analisis BRIN mengidentifikasi peluang pengembangan pertahanan siber berbasis kecerdasan buatan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta teknologi antipesawat nirawak (counter-unmanned aircraft system) guna melindungi fasilitas nuklir.
Agenda ini sekaligus membuka ruang pertukaran pandangan mengenai tantangan penguasaan teknologi, kemandirian sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur, hingga tata kelola ekosistem ketenaganukliran. Kolaborasi riset menjadi krusial agar arah pengembangan inovasi tidak hanya mengejar kemajuan teknis, tetapi juga memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, serta keberlanjutan. Sinergi antara lembaga riset dan perguruan tinggi ini diharapkan terus berlanjut, khususnya pada ranah sistem cerdas, robotika, dan teknologi pendukung sektor esensial nasional.

Pembahasan kajian foresight mengenai pemetaan teknologi dan arah inovasi ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Proyeksi pemanfaatan energi nuklir dalam transisi energi selaras dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau). Penguatan riset, digitalisasi, dan pengembangan teknologi canggih merupakan wujud implementasi SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Perhatian terhadap keselamatan dan tata kelola inovasi nuklir merepresentasikan pemenuhan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Di samping itu, inisiasi kemitraan lintas lembaga ini menjadi penerapan nyata SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui forum diskusi ini, DIKE UGM berupaya mendukung perumusan perspektif jangka panjang bagi pengembangan ekosistem ketenaganukliran yang aman dan berkelanjutan di Indonesia.
Author : Jazi Eko Istiyanto
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs7 #SDGs9 #SDGs16 #SDGs17