Dua Peneliti Lab Elins DIKE UGM Raih Pendanaan Nasional Melalui Inovasi Mikroskop Cerdas dan AI Deteksi Gestur

Dua Peneliti Lab Elins DIKE UGM Raih Pendanaan Nasional Melalui Inovasi Mikroskop Cerdas dan AI Deteksi Gestur

Yogyakarta, 1 Juni 2026 – Dua peneliti dari Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) DIKE FMIPA UGM berhasil meraih pendanaan riset tingkat nasional. Program pendanaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia melalui Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, Riset Konsorsium Unggulan Berdampak, dan Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026. Melalui dua riset dan skema pendanaan yang berbeda, pencapaian ini didasari oleh satu tujuan yang sama, yaitu pengembangan teknologi terapan yang dirancang langsung untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat. 

Salah satu riset tersebut dipimpin oleh Prof. Drs. Agus Harjoko, M.Sc., Ph.D. yang berhasil meraih pendanaan melalui skema bergengsi Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB). Mengusung judul “Inovasi Smart Microscope Hematologi Berbasis Edge-Image Computing untuk Mendukung Pusat Kesehatan di Wilayah Tertinggal dalam Skrining Talasemia”, penelitian ini berupaya menjawab tantangan kurangnya fasilitas dan tenaga ahli patologi di daerah terpencil. Dengan mengintegrasikan komputasi berbasis edge dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada pemrosesan citra, analisis dapat dilakukan langsung di perangkat tanpa membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi. Teknologi ini dirancang agar skrining dini talasemia dapat dilakukan secara mandiri, bahkan di puskesmas dengan fasilitas paling terbatas sekalipun.

Pada skema lainnya, Dr. Nur Achmad Sulistyo Putro, S.Si., M.Cs. berhasil meraih pendanaan melalui Penelitian Fundamental Reguler (PFR). Penelitian yang diajukan berjudul “Analisis dan Pengembangan Resource-Aware Deep Learning untuk Gesture Recognition Berbasis Sensor IMU”. Riset ini difokuskan untuk menjawab salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan AI hari ini, yakni memastikan model yang akurat dapat berjalan optimal pada perangkat berspesifikasi rendah dengan kapasitas daya terbatas. Dengan berfokus pada pengenalan gestur melalui sensor Inertial Measurement Unit (IMU), riset ini mengembangkan metode deep learning yang ringan dan efisien tanpa mengorbankan akurasi deteksi. Aplikasinya terbuka luas bagi penerapan teknologi cerdas pada perangkat wearable, alat prostetik, hingga antarmuka manusia-mesin yang lebih natural.

Keberhasilan kedua riset ini menunjukkan bahwa arah pengembangan teknologi di Laboratorium Elins DIKE UGM senantiasa berakar pada kebutuhan nyata. Melalui capaian di tingkat nasional ini, inovasi yang dikerjakan dengan ketelitian ilmiah tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan juga siap diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. 

Pelaksanaan riset ini merupakan upaya dari Laboratorium Elins DIKE UGM dalam mengaplikasikan inovasi teknologi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inovasi mikroskop cerdas untuk deteksi dini penyakit genetik yang diusung oleh Prof. Agus menjadi implementasi langsung dari SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena mampu mendekatkan layanan kesehatan ke wilayah terpencil. Melengkapi jangkauan inovasi tersebut, pengembangan deep learning efisien rancangan Dr. Putro turut berkontribusi pada pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong inklusivitas pemanfaatan AI pada perangkat yang lebih terjangkau. Pencapaian ini mendorong DIKE UGM untuk terus mengarahkan kolaborasi riset akademik agar berorientasi pada pengembangan teknologi tepat guna yang berdampak bagi masyarakat Indonesia.

Author : Nur Achmad Sulistyo Putro
Editor : alukman
#SDGs3 #SDGs9


Sebelumnya
Berikutnya