Yogyakarta, 29 April 2026 – Penanganan kendala pertanian secara efektif menuntut pendekatan lintas disiplin yang memadukan inovasi teknologi dengan ilmu agronomi. Mewujudkan pendekatan tersebut, Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) DIKE FMIPA UGM mengadakan rapat awal (kick-off meeting) bersama pakar dari Fakultas Pertanian UGM pada 29 April 2026 di ruang Pinarak dan Lab Elins. Pertemuan ini mengawali kolaborasi riset sekaligus program pengabdian masyarakat berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk penanganan hama pertanian, yang akan diimplementasikan bagi kelompok tani bawang merah di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pendampingan teknologi yang telah berjalan lebih dari tiga tahun di Desa Srikayangan. Sebelumnya, Laboratorium Elins telah memperkenalkan inovasi pemantauan kondisi tanah berbasis sensor hingga mengadakan sosialisasi pada November 2024. Namun, para petani masih menghadapi tantangan besar terkait serangan hama yang dapat merusak hasil panen dalam waktu singkat. Oleh karena itu, cakupan pengembangan teknologi kini diperluas dari sektor instrumen tanah menuju sistem penanganan hama terpadu.
Guna merumuskan solusi yang aplikatif, Laboratorium Elins menggandeng dua peneliti dari Fakultas Pertanian UGM. Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P. dari Departemen Ilmu Tanah, membawa kepakaran dalam bidang kesuburan tanah dan teknik bercocok tanam ramah lingkungan tanpa ketergantungan pupuk kimia berlebihan. Adapun Dr. Suputa, S.P., M.P. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan bergabung sebagai pakar entomologi pertanian yang sudah lama mendalami lalat buah dan hama hortikultura. Pengalaman riset Dr. Suputa mengenai metode Area-Wide Management (AWM) yang terbukti mampu menekan populasi lalat buah hingga 96 persen diharapkan dapat diadaptasi secara efektif untuk skala komunitas di Srikayangan.

Kolaborasi ini saling mengisi untuk menciptakan teknologi yang teruji secara fungsional. Teknologi sensor dan elektronika dari Laboratorium Elins, ilmu tanah dari Nasih, dan keahlian hama tanaman dari Suputa dipadukan melalui kerangka Living Lab milik Laboratorium Elins. Melalui konsep ini, Desa Srikayangan dijadikan sebagai lokasi uji coba agar teknologi dapat dikembangkan, diuji, dan dioptimalkan secara langsung di lapangan bersama para petani. Pendekatan ini memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan siap beroperasi, bukan sekadar inovasi yang bagus di atas kertas.
Kerja sama dalam pelaksanaan program pengabdian dan riset terapan di Desa Srikayangan ini menjadi wujud komitmen Laboratorium Elins DIKE UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemanfaatan teknologi untuk mengamankan hasil panen dan memajukan sektor pertanian berkelanjutan merupakan implementasi langsung dari SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Sejalan dengan upaya tersebut, pengembangan sensor cerdas dan teknologi tepat guna turut berkontribusi pada capaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Rangkaian inovasi tersebut direalisasikan melalui kolaborasi lintas fakultas yang mencerminkan nilai SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui langkah ini, DIKE UGM terus mendorong sinergi riset akademik yang berorientasi pada penyediaan solusi teknologi praktis bagi kesejahteraan masyarakat.
Author : Lukman Awaludin
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs2 #SDGs9 #SDGs17