Jakarta, 19 Mei 2026 – Program Studi Sarjana Ilmu Komputer DIKE FMIPA UGM berpartisipasi dalam The ASEAN-JAPAN Human Resource Development Forum yang diselenggarakan oleh ASEAN Economic and Industrial Cooperation Committee (AMEICC) bersama The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) pada 19 Mei 2026 di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta. Forum ini menjadi wadah pertemuan antara akademisi, industri, dan pemangku kepentingan internasional untuk membahas skema pengembangan sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan perkembangan industri digital secara global.
Hadir membagikan pengalaman terkait perancangan kurikulum kesiapan talenta digital, Ketua Program Studi S1 Ilmu Komputer, Arif Nurwidyantoro, menjelaskan, “Kurikulum kami dirancang untuk membangun fondasi materi yang kuat sekaligus merespons kebutuhan industri modern.” Mahasiswa dibekali dengan materi fundamental seperti pemrograman, algoritma, struktur data, sistem komputer, basis data, jaringan komputer, hingga pengembangan perangkat lunak. Selain itu, kurikulum memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk memilih bidang peminatan spesifik mulai dari Artificial Intelligence and Intelligent Systems, Software Engineering and Development, Data Science and Analytics, Systems and Infrastructure, hingga Digital Entrepreneurship.

Pak Arif memaparkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori. Mahasiswa turut mendapatkan pengalaman praktis melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi industri, program magang, serta eksposur internasional. Salah satu bentuk implementasi dari kolaborasi dengan pihak industri tersebut adalah AOTS Industry–Academia Collaborative Program. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa mendapatkan akses pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pengembangan perangkat lunak, menyelesaikan proyek bersama, hingga berkesempatan menjalani magang di perusahaan Jepang.
Mahasiswa S1 Ilmu Komputer yang mengikuti program tersebut, Ken Bima Satria Gandasasmita, turut hadir untuk membagikan pengalamannya magang di KCT Innovation, Kumamoto, Jepang. Ken menceritakan bahwa program tersebut tidak sekadar mengasah kemampuan teknis, tetapi juga melatih komunikasi lintas budaya, kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja global, serta pemahaman terhadap budaya kerja industri di Jepang. Pengalaman ini menjadi bekal yang berharga baginya untuk memasuki dunia kerja internasional.
Partisipasi prodi dalam forum ini sejalan dengan komitmen DIKE UGM untuk membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri global melalui kolaborasi internasional dan pengembangan talenta digital yang selaras dengan pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri dan transformasi digital merupakan bentuk dukungan terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Seiring dengan hal tersebut, inisiatif magang internasional yang membekali mahasiswa dengan kompetensi siap kerja turut berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pelaku industri, dan organisasi internasional dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan berdampak global melalui forum ini juga menjadi implementasi langsung dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui partisipasi ini, DIKE UGM berharap dapat terus mampu memperluas kemitraan strategis serupa guna dampak positif di industri nasional maupun global.
Author : Sri Widayati
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs8 #SDGs17