Purworejo, 10 Mei 2026 – Laboratorium Sistem Cerdas (SC) DIKE FMIPA UGM berkolaborasi dengan Fakultas Kehutanan UGM melakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) Murakabi di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang terselenggara pada 10 Mei 2026 ini merupakan tahap inisiasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk merancang sistem digital pencatatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) demi mendukung pengelolaan hutan rakyat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berbasis data.

Rombongan UGM yang terdiri atas dua dosen Laboratorium SC, satu dosen Fakultas Kehutanan, dua mahasiswa DIKE, serta dua mahasiswa Fakultas Kehutanan disambut langsung oleh Kepala Desa Karangrejo, Bapak Patnani, beserta para anggota KTHR Murakabi. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Patnani menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dibangun antara UGM dan masyarakat desa. Pemanfaatan teknologi digital dinilai sebagai sebuah kebutuhan penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperkuat kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor kehutanan rakyat.

Kebutuhan digitalisasi ini berangkat dari tantangan pengelolaan HHBK oleh petani yang masih banyak dilakukan secara konvensional tanpa sistem pencatatan terstruktur. Akibatnya, data produksi sering kali tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga menyulitkan perencanaan usaha, evaluasi hasil panen, maupun pengembangan akses pasar. Padahal, KTHR Murakabi yang telah berdiri sejak tahun 2000 memiliki potensi besar dengan kawasan kelolaan seluas 171 hektar dan 80 anggota aktif. Kelompok tani ini telah menghasilkan komoditas beragam, mulai dari kemukus, kopi, cengkeh, kapulaga, temulawak, kunyit, hingga berbagai buah-buahan seperti kelapa, durian, rambutan, dan duku.
Sebagai langkah awal dari program PkM ini, tim UGM memfokuskan kegiatan pada observasi lapangan dan diskusi langsung bersama pengurus maupun anggota KTHR Murakabi. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami proses pengelolaan dan pencatatan hasil hutan bukan kayu yang selama ini diterapkan. Dari hasil identifikasi kebutuhan tersebut, tim menyusun rancangan platform digital yang berfungsi untuk mendokumentasikan hasil panen, mencatat data produksi, memantau perkembangan komoditas, serta mendukung pengambilan keputusan usaha secara lebih efektif. Seluruh informasi dari lapangan ini menjadi landasan perancangan sistem yang sesuai dengan kondisi nyata para petani. Rangkaian program pengabdian ini nantinya akan diteruskan pada tahapan pengembangan sistem, pelatihan penggunaan, pendampingan implementasi, hingga evaluasi pemanfaatan sistem oleh kelompok tani.

Upaya digitalisasi pencatatan hasil hutan yang dihadirkan Laboratorium SC DIKE UGM dan Fakultas Kehutanan UGM ini turut memberikan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan ekonomi lokal berbasis komoditas HHBK yang berkelanjutan selaras dengan wujud implementasi SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mentransformasi tata kelola usaha kehutanan turut mendorong capaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), yang juga merepresentasikan prinsip SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui kerja sama ini, DIKE UGM menunjukkan dukungannya dalam menghadirkan solusi teknologi cerdas untuk mewujudkan pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang modern dan bernilai ekonomi tinggi.
Author : Dyah Aruming Tyas
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs8 #SDGs9 #SDGs17