Yogyakarta, 21 Juli 2026 – Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika (STR) DIKE FMIPA UGM menerima kunjungan dari 9Sky Ventures guna menjajaki peluang kerja sama dalam penghiliran inovasi teknologi. Pertemuan perdana yang difasilitasi oleh Direktorat Pengembangan Usaha UGM pada 18 Mei 2026 tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan pengembangan produk komersial. Audiensi ini berfokus pada potensi kolaborasi di bidang sistem tertanam, robotika, instrumentasi, dan teknologi digital yang ke depannya dirancang untuk mendukung pengelolaan budidaya komoditas hayati laut secara lebih terukur.

Rombongan 9Sky Ventures yang diwakili oleh I Gusti Manik Sugiyani, atau yang akrab disapa Manik, diterima secara langsung oleh Kepala Laboratorium STR, Prof. Dr. Ir. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., beserta jajaran anggota peneliti yang terdiri dari Dr. Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs., Dr.techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc., dan Oskar Natan, S.ST., M.Tr.T., Ph.D. Dalam diskusi tersebut, tim laboratorium memaparkan berbagai kapasitas pengembangan penelitian yang mencakup sistem tertanam, robotika, sistem kendali, teknologi sensor, instrumentasi, kecerdasan artifisial, Internet of Things (IoT), dan pengolahan data. Seluruh kompetensi pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut dapat diterapkan pada berbagai bidang. Kedua belah pihak sepakat bahwa inovasi akademik harus dikembangkan lebih lanjut menjadi teknologi terapan yang memiliki nilai tambah, mampu menjawab permasalahan di lapangan, serta berpotensi memperoleh perlindungan kekayaan intelektual tingkat internasional.
Komunikasi awal tersebut berkembang menjadi langkah yang lebih konkret pada Juli 2026. Melalui jejaring MaraVita yang turut dikembangkan oleh Manik, Laboratorium STR dihubungkan dengan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Petrus Rani Pong-Masak. Penjajakan lanjutan ini merumuskan rencana perancangan sistem pemantauan perairan berbasis IoT untuk mendukung budidaya rumput laut dan alga di Sulawesi Selatan. Sistem yang dirancang berfungsi untuk mengamati parameter lingkungan perairan secara teratur, memberikan peringatan dini atas kondisi tidak normal, serta mendokumentasikan data lapangan agar dapat dianalisis sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan budidaya.

Sinergi lintas sektor ini memadukan kepakaran secara proporsional. Tim BRIN berfokus pada tata kelola budidaya komoditas hayati laut, Laboratorium STR menangani perancangan sistem kendali, sensor, dan pengolahan data, sementara 9Sky Ventures dan MaraVita berperan menginisiasi kolaborasi, menghubungkan para pihak, serta mendorong pengembangan inovasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kerja sama ini juga membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa Program Studi Sarjana dan Magister Elektronika dan Instrumentasi. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat mulai dari tahap identifikasi kebutuhan, pembuatan aplikasi, hingga pengujian perangkat guna memperkuat metode pembelajaran berbasis proyek yang memberikan solusi langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi yang digagas oleh Laboratorium STR dengan memadukan kepakaran akademik, penelitian komoditas hayati laut, serta jejaring pengembangan inovasi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan kapasitas riset terapan pada bidang sensor dan instrumentasi merupakan implementasi nyata SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Pemanfaatan sistem pemantauan data untuk menjaga kelestarian ekosistem budidaya perairan mendukung penuh target SDG 14 (Ekosistem Lautan). Adapun pembangunan jejaring lintas sektor antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra usaha ini merepresentasikan prinsip SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). DIKE UGM melalui kolaborasi ini berkomitmen terus mendorong inovasi teknologi aplikatif guna memperkuat ekosistem kemaritiman nasional.
Author : Jazi Eko Istiyanto
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs9 #SDGs14 #SDGs17