Yogyakarta, 21 April 2026 – Tim GAMA-BCI dari Program Studi Magister Kecerdasan Artifisial (MKA), Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM berhasil meraih juara kedua dalam ajang International Data Science Challenge (IDSC) 2026. Dalam kompetisi data sains internasional bertema “Mathematics for Hope in Healthcare” tersebut, tim GAMA-BCI sukses mengembangkan inovasi sistem komunikasi bantu berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk pasien amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

IDSC 2026 merupakan kompetisi berskala global yang diselenggarakan secara daring oleh Universiti Putra Malaysia (UPM) dengan menggandeng Universitas Airlangga, Universitas Mulawarman, dan Universitas Brawijaya. Ajang tersebut menantang peserta untuk mengembangkan model machine learning, deep learning, serta analisis sinyal dan citra medis menggunakan dataset biomedis terbuka dari PhysioNet. Proses penilaian kompetisi didasarkan pada keketatan metodologis (rigor), performa model, relevansi klinis, interpretabilitas, keselamatan, dan dampak nyata bagi layanan kesehatan.
Proyek yang diusung tim GAMA-BCI bertajuk “GAMA-BCI: Multimodal Late-Fusion for Assistive Communication in Amyotrophic Lateral Sclerosis” dengan pendekatan “Hybrid P300 EEG and Eye-Tracking Pipeline with Safety-Gated Abstention and SHAP Interpretability”. Sistem ini mengintegrasikan sinyal P300 EEG dan pelacakan mata (eye-tracking) guna membangun sistem komunikasi bantu brain-computer interface (BCI) yang andal, transparan, dan dapat dipersonalisasi bagi pasien secara end-to-end. Melalui inovasi ini, tim GAMA-BCI berhasil menempati posisi kedua dari 605 peserta yang terbagi ke dalam 189 tim dari 62 institusi dari 5 negara. Dalam kompetisi ini, tim GAMA-BCI bersaing dengan tim dari berbagai perguruan tinggi, seperti University of New South Wales (UNSW), University of Sydney, University of Mumbai, serta perwakilan institusi dari Malaysia, Indonesia, Australia, India, dan Tajikistan.

Tim ini beranggotakan Farichaturrifqi Aryanitasari, S.Kom., Hamzah Arman Husni, S.Si., Aulia Gita Pratiwi, S.Mat., dan dr. Muhana Fawwazy Ilyas. Proses pengembangan inovasi ini dilakukan di bawah bimbingan Afiahayati, S.Kom., M.Cs., Ph.D. dan Catur Atmaji, S.Si., M.Cs. Kolaborasi multidisiplin lintas keilmuan ini menjadi fondasi utama dalam merancang solusi teknologi kesehatan yang kuat secara teknis sekaligus relevan secara klinis dan sosial.

Keberhasilan inovasi tim GAMA-BCI ini mencerminkan kapasitas akademik DIKE UGM dalam menghasilkan solusi kesehatan digital yang sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kolaborasi riset interdisipliner yang menghubungkan bidang ilmu komputer, matematika, dan kedokteran ini secara langsung mendukung pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Di samping itu, pengembangan teknologi asistif yang adaptif dan berorientasi pada keselamatan pasien turut turut berkontribusi terhadap pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui capaian ini, DIKE UGM berharap dapat terus mendorong riset teknologi yang bertanggung jawab dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Author : Muhana Fawwazy Ilyas
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9