Yogyakarta, 2 April 2026 – Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM kembali berpartisipasi di ajang internasional Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026. Berlangsung di Singapore Expo pada 30 hingga 31 Maret dan 1 hingga 2 April 2026, kompetisi ini merupakan salah satu turnamen bergengsi tingkat global yang mewadahi inovasi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi di bidang teknologi pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Dalam kompetisi ini, tim DIKE UGM berkompetisi pada kategori Man-Machine dengan membawa sistem berbasis UAV yang secara utuh mengintegrasikan aspek mekanik, elektronik, dan sistem kendali. Tim delegasi ini beranggotakan kolaborasi mahasiswa dari Program Studi S1 Ilmu Komputer dan S1 Elektronika dan Instrumentasi (Elins). Partisipasi para mahasiswa Elins dalam ajang ini difasilitasi oleh Elins Research Club (ERC), sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan riset dan kompetisi mahasiswa.
Persiapan dan partisipasi tim berada di bawah pembinaan langsung oleh dosen dari Laboratorium Sistem dan Teknologi Robotika (STR) DIKE UGM, yakni Dr. techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc., dan Dr. Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs. Selain memberikan arahan dari sisi akademik dan teknis selama masa persiapan, Dr. Andi Dharmawan juga hadir mendampingi tim secara langsung di lokasi perlombaan di Singapura.

Sesuai regulasi pada kategori Man-Machine, para peserta dituntut untuk mengembangkan sistem UAV secara nyata dan fungsional tanpa mengandalkan simulasi maupun bantuan dari pihak profesional eksternal. Setiap tim juga diwajibkan menyusun video proyek yang menampilkan demonstrasi hasil implementasi sistem tersebut secara langsung. Dalam pelaksanaannya, tim DIKE UGM berhasil menunjukkan performa yang sangat baik selama rangkaian perlombaan dan sukses mengamankan posisi peringkat kedua sementara, menunggu pengumuman resmi penghargaan yang dijadwalkan pada 11 April 2026.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, keikutsertaan tim DIKE UGM dalam kompetisi internasional ini turut memberikan kontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kompetisi global secara langsung ini selaras dengan implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Upaya tersebut sejalan dengan pengembangan inovasi teknologi UAV yang mendukung pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Sebagai pelengkap dari inovasi tersebut, partisipasi aktif dalam jejaring antarnegara yang terbangun selama kompetisi mengukuhkan komitmen kemitraan departemen pada SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi di masa depan.
Author : Andi Dharmawan
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs17