Tinjau Stabilitas Koneksi Perdesaan, Lab SKJ DIKE UGM Observasi Utilisasi Bandwidth di Hargotirto

Tinjau Stabilitas Koneksi Perdesaan, Lab SKJ DIKE UGM Observasi Utilisasi Bandwidth di Hargotirto

Kulon Progo, 6 Februari 2026 – Kondisi geografis perbukitan di Kelurahan Hargotirto, Kecamatan Kokap, memberikan tantangan tersendiri bagi pemerataan infrastruktur digital. Merespons hal tersebut, Tim Survei Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan (SKJ) DIKE FMIPA UGM turun ke lokasi untuk melakukan asesmen teknis. Observasi ini bertujuan menganalisis performa jaringan internet di wilayah tersebut, di tengah tingginya kebutuhan data saat jam operasional pemerintahan desa.

Kelurahan Hargotirto terpilih sebagai lokasi sampel karena kerap mengalami kendala stabilitas saat jam sibuk (peak hours). Hal ini disinyalir akibat pola penggunaan aplikasi pemerintah yang terpusat di waktu bersamaan, sehingga memicu nilai lonjakan data (burst) yang signifikan pada infrastruktur distribusi jaringan yang ada.

Menyikapi tantangan topografi dan pola trafik tersebut, Muhammad Oriza Nurfajri, S.Kom., M.IT. selaku Ketua Tim Survei menyatakan bahwa kondisi di wilayah seperti Hargotirto membutuhkan pendekatan kebijakan yang berbeda. “Kami melakukan analisis utilisasi bandwidth saat jam tersibuk sekaligus mengukur parameter latensi dan throughput secara intensif untuk memahami perilaku trafik di tingkat desa,” papar Oriza. Menurutnya, meski berada di wilayah perbukitan, kualitas layanan digital bagi masyarakat tidak boleh terhambat. 

Analisis di Hargotirto ini menjadi langkah penting untuk melengkapi profil data kabupaten secara menyeluruh. Tim Laboratorium SKJ UGM ingin memastikan bahwa rekomendasi kebijakan yang nantinya diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo bersifat inklusif, mencakup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pusat kota hingga kelurahan di wilayah terpencil.

Langkah observasi dan asesmen konektivitas ini berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya pemerataan infrastruktur teknologi informasi yang andal hingga ke tingkat desa merupakan wujud implementasi SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Pendekatan inklusif ini juga sejalan dengan target SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) untuk menekan kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan perdesaan melalui alokasi bandwidth yang optimal. Kehadiran akses layanan digital yang stabil turut membangun ketahanan komunitas desa sesuai capaian SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Secara lebih luas, dukungan teknologi yang mumpuni ini mendorong transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di kelurahan, selaras dengan semangat SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).

Author : Oriza Nurfajri
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs9 #SDGs10 #SDGs11 #SDGs16


Sebelumnya
Berikutnya