Yogyakarta, 18 Mei 2026 – Program Studi Magister Kecerdasan Artifisial Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi lewat Tim Xplora, yang berhasil menembus babak final IOC Digital Hackathon AI/ML Data Analytics Hulu Migas 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Tim Xplora menjadi satu dari sepuluh tim finalis pada Kategori Universitas melalui inovasi berjudul PipelineGuard-AI: Sistem Prediksi Risiko Korosi dan Pemeliharaan Preskriptif Berbasis Graph Neural Network untuk Jaringan Pipa Migas Indonesia.
Capaian ini patut dibanggakan mengingat skala kompetisi yang sangat besar. Hackathon ini diikuti oleh 22 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan 65 proposal dan 22 universitas dengan 102 proposal, serta melibatkan lebih dari 300 peserta secara keseluruhan. Kompetisi tersebut membagi peserta ke dalam kategori Surface, Subsurface, dan Universitas, dengan proses seleksi ketat yang pada akhirnya menetapkan sepuluh tim finalis di setiap kategori. Penilaian final dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 07.00–18.00 WIB, di Kantor SKK Migas, Wisma Mulia Lantai 35 dan 28, Jakarta, dalam format presentasi langsung di hadapan panel juri industri dan akademisi.
Tim Xplora mengusung proyek PipelineGuard-AI dengan pendekatan "Pemodelan Topologi Jaringan Pipa sebagai Graf Terarah via GraphSAGE, Fusi Multimodal NLP Berbasis Sentence-BERT untuk Catatan Inspeksi Berbahasa Indonesia, dan Analitik Preskriptif Berstandar ASME B31G dengan Keterjelasan SHAP". Proyek ini berfokus pada pengembangan platform manajemen integritas pipa berbasis kecerdasan buatan yang mampu memprediksi risiko korosi per segmen secara topologis, mengolah catatan operator berbahasa Indonesia menjadi sinyal risiko kuantitatif, serta menghasilkan rekomendasi tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui penjelasan berbasis SHAP, semuanya dalam satu sistem yang dirancang untuk melengkapi praktik integritas pipa yang telah berjalan di industri.
Tim Xplora beranggotakan Elsa Aiziyah, Amar Ma'ruf, Muhammad Fikry Rizal, Hamzah Arman Husni, dan Nurhuda Teguh Santoso, yang semuanya merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi antardisiplin dalam tim ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam merancang solusi yang kuat secara teknis sekaligus relevan dengan kebutuhan nyata operasi hulu migas nasional.
IOC Digital Hackathon AI/ML Data Analytics Hulu Migas 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh SKK Migas dalam rangka mendorong penerapan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning untuk operasi hulu migas yang lebih cerdas guna mendukung ketahanan energi nasional. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan solusi AI/ML yang aplikatif dan terukur di bidang produksi, keandalan operasi, efisiensi biaya, dan pengurangan emisi, dengan penilaian yang menitikberatkan pada kedalaman teknis, relevansi industri, potensi penciptaan nilai, dan kesiapan implementasi. Hackathon berlangsung dari 14 Maret hingga 24 Mei 2026, dengan pengumuman pemenang pada 24 Mei 2026, dan melibatkan sekitar 700 talenta digital dari kalangan KKKS dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Keberhasilan Tim Xplora menembus babak final mencerminkan kapasitas akademik dan inovasi UGM dalam bidang kecerdasan artifisial untuk sektor energi, khususnya pada pengembangan sistem prediktif berbasis graf yang berorientasi pada kebutuhan nyata operasional lapangan. PipelineGuard-AI dirancang untuk mendukung keandalan pemenuhan target lifting nasional SKK Migas sebesar 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030, dengan estimasi penciptaan nilai hingga USD 16.138.000 atau setara Rp 258.208.000.000 per tahun untuk ruang lingkup 3.000 kilometer jaringan pipa Pertamina EP. Prestasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi UGM dalam riset terapan yang menghubungkan ilmu komputer, rekayasa data, dan teknik perminyakan untuk menghasilkan solusi energi digital yang berdampak luas.
Capaian Tim Xplora ini turut merepresentasikan kontribusi nyata DIKE UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Keterlibatan mahasiswa Program Studi Magister Kecerdasan Artifisial dalam kompetisi berskala nasional ini menjadi wujud SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), lewat penguatan kapasitas riset terapan dan keterampilan pemecahan masalah nyata bagi generasi peneliti muda. PipelineGuard-AI sendiri secara langsung mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), karena sistem prediksi risiko korosi ini berkontribusi menjaga keandalan pasokan energi nasional lewat pencegahan gangguan pada infrastruktur pipa migas. Inovasi berbasis Graph Neural Network dan analitik preskriptif dalam proyek ini juga menjadi bentuk konkret SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sebab platform ini dirancang untuk memperkuat ketahanan dan efisiensi infrastruktur energi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan yang aplikatif bagi industri hulu migas Indonesia.
Author: Elsa Aiziyah
Editor: Hikmah Nursidik
#SDGs4 #SDGs7 #SDGs9
SDGs, SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Editor: Hikmah Nursidik