Bahas Keamanan Data Terenkripsi, Dosen Lab SKJ DIKE UGM Presentasikan Hasil Riset pada ICCAI 2026 di Jepang

Bahas Keamanan Data Terenkripsi, Dosen Lab SKJ DIKE UGM Presentasikan Hasil Riset pada ICCAI 2026 di Jepang

Okinawa, 27 April 2026 – Muhammad Oriza Nurfajri, S.Kom., M.IT., dosen sekaligus peneliti dari Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan (SKJ) DIKE FMIPA UGM, mempresentasikan inovasi keamanan pencarian data terenkripsi dalam 12th International Conference on Computing and Artificial Intelligence (ICCAI 2026). Konferensi internasional tersebut diselenggarakan di University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang, sejak 24 hingga 27 April 2026. Paper bertajuk “Rethinking Verifiable Encrypted Search: A Probabilistic Approach” ini berhasil lolos melalui proses double-blind review dan dipaparkan secara luring pada Oral Session 3: Software Engineering and Data Processing Technology for Intelligent Applications, Sabtu, 25 April 2026.

 

Kajian ini berangkat dari tantangan perlindungan informasi sensitif pada komputasi awan yang mengharuskan pengguna melakukan pencarian tanpa membuka isi data tersebut. Mekanisme konvensional umumnya membebani kinerja sistem berskala besar dan rentan terhadap result omission attack, yakni kondisi ketika server menghilangkan sebagian hasil yang seharusnya dikembalikan kepada pengguna. Menjawab persoalan itu, Oriza bersama tim mengusulkan pendekatan keterverifikasian probabilistik (probabilistic verifiability) yang bekerja dengan memeriksa sebagian kecil data secara acak. Metode ini dirancang untuk tetap memberikan peluang deteksi tinggi terhadap manipulasi maupun penghilangan hasil pencarian, tetapi dengan beban komputasi yang jauh lebih rendah.

Melalui eksperimen berbasis simulasi, penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan jumlah sampel acak berbanding lurus dengan tingginya probabilitas deteksi serangan. Pada saat yang sama, jumlah operasi verifikasi dapat ditekan menjadi jauh lebih rendah dibandingkan apabila seluruh hasil pencarian harus diperiksa satu per satu. Dengan demikian, metode tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara jaminan integritas, keamanan, dan efisiensi sistem, terutama ketika pencarian dilakukan pada kumpulan data berskala besar. Pendekatan ini turut membuka peluang pengembangan mekanisme keamanan adaptif yang memungkinkan pengecekan ringan dilakukan secara rutin, sementara metode perlindungan yang lebih kuat siap diterapkan apabila sistem menemukan indikasi mencurigakan.

Inovasi teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi akademik lintas negara melalui paper yang ditulis bersama Muhammad Alfian Amrizal dan Ahmad Cahyono Adi dari UGM, Hiroyuki Takizawa dari Tohoku University, serta Koutarou Suzuki dari Toyohashi University of Technology. Selain menjadi sarana diseminasi kajian, kehadiran delegasi Indonesia di ICCAI 2026 memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk berinteraksi dengan komunitas akademik global. Pertukaran pengetahuan ini turut memperluas perspektif terhadap dinamika teknologi komputasi dan kecerdasan buatan.

Diseminasi inovasi pada forum internasional terkait keamanan sistem dan jaringan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemaparan riset guna memperluas pertukaran ilmu pengetahuan sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan inovasi pencarian data terenkripsi untuk infrastruktur digital merupakan wujud implementasi SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Perhatian terhadap perlindungan kerahasiaan informasi sebagai fondasi layanan kelembagaan tepercaya mendukung pemenuhan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Sinergi keilmuan antara peneliti Indonesia dan Jepang menjadi penerapan nyata SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui partisipasi global ini, DIKE UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong sivitas akademika untuk aktif membangun kolaborasi riset internasional demi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Author : Muhammad Oriza Nurfajri
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs16 #SDGs17


Sebelumnya
Berikutnya