DIKE UGM Resmi Membuka Rangkaian Kegiatan DCSE Summer Course 2026 Bertema “Empowering Society through AI and Robotics”

DIKE UGM Resmi Membuka Rangkaian Kegiatan DCSE Summer Course 2026 Bertema “Empowering Society through AI and Robotics”

Yogyakarta, 27 Juli 2026 – Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA Universitas Gadjah Mada resmi membuka rangkaian kegiatan DCSE Summer Course 2026 yang mengusung tema “Empowering Society through AI and Robotics”. Program ini diikuti oleh 65 peserta dari 11 negara dan akan berlangsung selama sembilan hari dengan total sekitar 120 jam pembelajaran, serta menghadirkan 19 narasumber dari sembilan negara.

Acara dibuka oleh Dr.techn. Kabul Kurniawan, S.Kom., M.Cs., selaku ketua pelaksana DCSE Summer Course 2026. Ia menyambut hangat para peserta dan narasumber internasional, serta berharap seluruh rangkaian program yang akan berlangsung selama sembilan hari ke depan dapat diikuti dengan baik oleh semua pihak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UGM, mewakili Dekan FMIPA UGM. Ia mengapresiasi tema “Empowering Society through AI and Robotics” yang diusung tahun ini, sekaligus menyampaikan pandangannya bahwa perguruan tinggi dan pusat riset akan segera bertransformasi ke arah riset berbasis AI. Ia menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, para narasumber, tamu undangan, panitia, serta seluruh peserta, dan berharap summer course ini memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi semua pihak. 

Pada sesi orientasi, panitia memperkenalkan alur pelaksanaan program, mekanisme pembelajaran melalui platform ELOK, serta pembagian kelompok proyek yang akan didampingi oleh para mentor. Setiap kelompok akan mengembangkan proyek inovatif yang dinilai berdasarkan aspek inovasi, human-centered impact, kelayakan teknis, dan kualitas presentasi. Peserta juga didorong untuk aktif berkomunikasi dan berkolaborasi selama program berlangsung sebagai bagian dari pengalaman belajar multikultural. 

Materi pertama disampaikan oleh Dr. William Tjhi dari AI Singapore, yang membahas pengembangan SEA-LION Large Language Models (LLM), model bahasa besar yang dirancang untuk mengakomodasi keragaman bahasa dan budaya di kawasan Asia Tenggara. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana pengembangan model AI perlu memahami konteks lokal dan dikembangkan secara terbuka melalui kolaborasi lintas institusi dan negara. Pengembangan SEA-LION, menurutnya, menjadi salah satu contoh bagaimana AI dapat dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Sesi berikutnya menghadirkan Abdul Majid, S.Si., M.Cs., CEO sekaligus founder AMX UAV, yang membagikan pengalamannya dalam mengembangkan industri drone di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa inovasi teknologi drone kini tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan perangkat keras, tetapi juga pada pemanfaatan data untuk berbagai sektor seperti pertanian, pertambangan, keamanan, hingga pertahanan. Selain memaparkan perkembangan teknologi hybrid VTOL yang dikembangkan perusahaannya, Abdul Majid juga menyampaikan pentingnya membangun jejaring kolaborasi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta konsistensi dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi. 

Penyelenggaraan DCSE Summer Course 2026 ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui kegiatan ini, DIKE tidak hanya menyediakan akses pembelajaran internasional yang berkualitas di bidang AI dan robotika, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam pengembangan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Author: Marina
Editor: Hikmah Nursidik
#SDGs4 #SDGs9





Sebelumnya
Berikutnya