Yogyakarta, 15 Mei 2026 – Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) DIKE FMIPA UGM menerima kunjungan perwakilan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalimantan Selatan–Tengah (Kalselteng) pada 15 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan peluang kerja sama pengembangan Condition Signalling System (CONSIG) sekaligus menguji coba komunikasi perangkat secara langsung ke server PLN menggunakan protokol standar industri IEC 60870-5-104.

CONSIG merupakan sistem telemetri nirkabel yang dikembangkan di Laboratorium Elins DIKE UGM guna memantau kondisi peralatan jaringan distribusi secara real-time. Sistem ini menghubungkan unit transmitter di lapangan dengan receiver (gateway) untuk meneruskan data ke server pusat. Transmitter ini beroperasi menggunakan baterai Li-ion dengan mekanisme deep sleep untuk efisiensi daya. Sementara itu, unit receiver didesain andal untuk lokasi minim listrik dengan kelengkapan jalur komunikasi ethernet dan GSM/GPRS, serta cadangan daya berbasis baterai dan panel surya.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan PLN UP2D Kalselteng, Sandy Dwi Prasetya, memaparkan kebutuhan teknis pemantauan distribusi serta kondisi operasional lapangan di wilayah Kalimantan. Salah satu poin yang dibahas adalah form factor perangkat transmitter yang saat ini dikemas dalam wadah silindris cetak 3D dengan tiga varian warna, yakni kuning, merah, dan hitam untuk memudahkan identifikasi visual di lapangan. Diskusi teknis ini langsung ditindaklanjuti dengan pengujian komunikasi secara nyata. Receiver CONSIG dikonfigurasi untuk terhubung dengan jaringan server PLN UP2D Kalselteng dan dilakukan pengiriman data status titik pengukuran menggunakan protokol IEC 60870-5-104.

Uji coba berjalan sukses, di mana server PLN mampu menerima dan menginterpretasikan data tanpa memerlukan modifikasi konfigurasi. Keberhasilan uji coba ini menjadi landasan teknis yang kuat untuk melanjutkan kerja sama ke tahap berikutnya. Beberapa agenda lanjutan yang direncanakan meliputi pengujian lapangan (field test) di area distribusi Kalimantan Selatan–Tengah, pengembangan fitur tambahan sesuai kebutuhan spesifik industri, serta penjajakan kerja sama melalui skema riset terapan. Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa pendekatan inovasi berbasis standar terbuka yang dikembangkan secara akademik mampu menjembatani kebutuhan infrastruktur industri nyata secara efektif.
Kemitraan dalam pengembangan sistem telemetri ini merupakan bagian dari upaya Laboratorium Elins DIKE UGM dalam mengaplikasikan riset teknologi untuk mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inovasi sistem pemantauan yang terintegrasi dengan infrastruktur kelistrikan merupakan implementasi langsung dari SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Menguatkan capaian tersebut, sinergi nyata antara institusi pendidikan tinggi dan sektor industri dalam menyelesaikan tantangan operasional di lapangan turut berkontribusi pada pencapaian SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). DIKE UGM berharap solusi berbasis riset akademik seperti ini dapat terus menjembatani kebutuhan infrastruktur industri secara efektif.
Author : Roghib Muhammad Hujja
Editor : alukman
#SDGs9 #SDGs17