Lab Elins DIKE UGM Kembangkan Insect Trap Cerdas Guna Tangani Hama Bawang di Kulon Progo

Lab Elins DIKE UGM Kembangkan Insect Trap Cerdas Guna Tangani Hama Bawang di Kulon Progo

Kulon Progo, 13 Oktober 2026 – Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) DIKE FMIPA UGM menyelenggarakan diskusi pengembangan insect trap cerdas bersama petani bawang di Desa Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo. Kegiatan yang berlangsung pada 13 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berkelanjutan guna menghadirkan solusi penanganan hama yang efisien. Melalui integrasi teknologi pada praktik pertanian, perangkat tersebut dirancang untuk menekan penggunaan pestisida berlebih sekaligus menjaga tingkat produktivitas panen.

Pengembangan teknologi tepat guna ini memadukan keahlian lintas disiplin dengan menggandeng pakar dari Fakultas Pertanian UGM, yakni Dr. Suputa, S.P., M.P. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, serta Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P. dari Departemen Ilmu Tanah. Proses perancangan alat ini diawali melalui kegiatan survei lapangan pada 20 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, tim riset beserta mahasiswa Elins mengamati lahan bawang secara langsung dan berdiskusi dengan petani terkait kendala hama yang mereka hadapi sehari-hari. Sinergi ini memastikan spesifikasi alat selaras dengan dinamika permasalahan riil di lapangan.

Kepala Laboratorium Elins, Dr. R. Sumiharto, M.Kom., menyampaikan komitmen timnya dalam menciptakan teknologi yang tidak sekadar canggih, melainkan aplikatif dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Selaras dengan hal tersebut, Dr. Suputa menjelaskan bahwa perangkat insect trap cerdas berfungsi memantau populasi hama secara akurat sehingga tindakan pengendalian hanya dilakukan saat benar-benar dibutuhkan. Pendekatan presisi ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan penyemprotan pestisida yang kerap memboroskan biaya dan berdampak buruk bagi lingkungan dalam jangka panjang.

Guna menguji keandalan perangkat pada kondisi lapangan sesungguhnya, tim riset telah melakukan instalasi awal insect trap di area persawahan pada awal Oktober 2026. Inisiatif pemasangan alat uji coba ini mendapat sambutan positif dari Carik Desa Srikayangan, Ujang Supriyadi. Ia menilai inovasi tersebut sangat relevan dengan akar permasalahan pertanian bawang setempat, sekaligus mengapresiasi konsistensi pendampingan dari tim laboratorium yang terus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani selama beberapa tahun terakhir.

Pengembangan inovasi pertanian berbasis teknologi cerdas oleh Laboratorium Elins DIKE UGM di Desa Srikayangan ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya menjaga stabilitas panen bawang demi mendukung ketahanan pangan lokal merupakan wujud implementasi SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Perancangan perangkat pengendali hama otomatis tersebut turut merepresentasikan kemajuan perakitan instrumentasi cerdas sesuai target SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Sinergi yang terbangun antara tim peneliti, pakar lintas ilmu, dan warga setempat juga menjadi bentuk nyata dari penerapan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti komitmen DIKE UGM dalam merumuskan solusi teknologi terapan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. 

Author : Catur Atmaji
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9


Sebelumnya
Berikutnya