Yogyakarta, 8 April 2026 – Muhammad Oriza Nurfajri, S.Kom., M.IT., dari Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan (SKJ) Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM, hadir sebagai narasumber dalam workshop “Tendik Berdampak 2026”. Sesi yang berlangsung di Ballroom Grand Keisha Hotel ini membahas materi Penetration Testing (Pentest) dan diikuti oleh 50 Tenaga Kependidikan (Tendik) bidang Pranata Komputer dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam paparannya, Oriza menjelaskan bahwa keamanan siber mencakup pengujian ketangguhan sistem secara aktif. Menggunakan analogi “Medical Check-up”, ia memaparkan bahwa Pentest adalah prosedur legal untuk menemukan “penyakit” atau celah keamanan dalam sistem sebelum dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kita sering kali merasa aman hanya karena sudah memasang sistem mahal. Padahal, 74% pelanggaran keamanan melibatkan elemen kelalaian manusia. Pentest membantu kita bertindak sebagai Red Team (penyerang) untuk membantu Blue Team (penjaga) menutup celah kritis,” jelasnya di hadapan peserta yang berasal dari berbagai provinsi.
Sesi ini menggabungkan penyampaian teori dan praktik low-code. Peserta diajak melakukan simulasi mandiri yang mencakup eksplorasi Google Dorking untuk mencari informasi sensitif yang terindeks secara tidak sengaja oleh mesin pencari, SQL Injection menggunakan OWASP Juice Shop untuk memahami kerentanan aplikasi web, serta uji validasi penggunaan passphrase. Pengujian ini membuktikan bahwa kata sandi yang panjang jauh lebih sulit dibobol oleh mesin peretas dibanding dengan kata sandi konvensional.

Melengkapi materi simulasi tersebut, Oriza juga menekankan pentingnya pembaruan perangkat lunak (patching) dan Multi-Factor Authentication (MFA) sebagai perlindungan preventif yang bisa segera diaplikasikan. Sebagai langkah konkret untuk merumuskan perlindungan tersebut, rangkaian pelatihan diakhiri dengan diskusi Action Learning Project, di mana peserta diharapkan menyusun proposal perbaikan sistem keamanan di unit kerja asal sebagai tindak lanjut kegiatan.
Penyelenggaraan pelatihan keamanan siber untuk meningkatkan ketangguhan sistem informasi ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam mengelola keamanan sistem informasi secara langsung selaras dengan implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kompetensi tersebut kemudian menjadi fondasi esensial untuk memperkuat ketahanan infrastruktur digital perguruan tinggi, sesuai dengan target SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Infrastruktur yang tangguh pada akhirnya akan mengoptimalkan upaya perlindungan data publik, sehingga mendukung terciptanya tata kelola kelembagaan yang transparan sejalan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Melengkapi upaya tersebut, jejaring kolaborasi skala nasional yang terbangun dari partisipasi pengelola TIK ini turut mengukuhkan komitmen pada SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Author : Oriza Nurfajri
Editor : Faiz Anggoro
#SDGs4 #SDGs9 #SDGs16 #SDGs17