Lab SKJ DIKE UGM Terapkan SIJINAK Guna Dorong Digitalisasi Manajemen Kedisiplinan MAN 2 Yogyakarta

Lab SKJ DIKE UGM Terapkan SIJINAK Guna Dorong Digitalisasi Manajemen Kedisiplinan MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta, 25 Mei 2026 – Sebagai madrasah unggulan bersistem asrama (boarding school), MAN 2 Yogyakarta membutuhkan mekanisme pengelolaan kedisiplinan siswa secara lebih terintegrasi. Merespons kebutuhan tersebut, Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan (SKJ) DIKE FMIPA UGM menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Program yang didanai melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026 ini dipimpin oleh Muhammad Oriza Nurfajri, S.Kom., M.IT. dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa. Berlangsung pada 25 Mei 2026, program ini mengusung tajuk “Digitalisasi Manajemen Kedisiplinan Siswa melalui Sistem Perizinan dan Presensi Terintegrasi Smart Card dan Notifikasi WhatsApp” guna memantau mobilitas siswa secara lebih akurat dan terstruktur.​

Kebutuhan akan sistem yang terintegrasi tersebut difasilitasi melalui pengembangan Sistem Perijinan Anak (SIJINAK) berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang terhubung langsung dengan notifikasi WhatsApp. Sebelumnya, pencatatan izin mobilitas siswa keluar-masuk area sekolah untuk keperluan medis, keluarga, maupun kegiatan luar masih dilakukan secara manual. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterlambatan informasi, keterbatasan pencatatan, serta kurangnya transparansi kepada wali murid. Melalui kehadiran SIJINAK, proses administrasi menjadi lebih cepat, data tervalidasi secara presisi, dan perbaikan komunikasi antara pihak sekolah, peserta didik, serta orang tua dapat terbangun melalui rekam informasi yang terdokumentasi dengan baik.

Pelaksanaan kegiatan di MAN 2 Yogyakarta dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan membagi tim menjadi dua fokus utama, yakni tim sosialisasi sistem dan tim distribusi kartu. Tim sistem bertugas mendampingi para guru piket untuk memahami alur platform administrasi, cara mengelola data presensi, hingga melakukan simulasi penggunaan alat tap SIJINAK secara langsung. Sementara itu, tim distribusi kartu mendatangi ruang-ruang kelas untuk membagikan Alumni Smart Card berbasis RFID sekaligus mengedukasi para penerima mengenai fungsi kartu dan tata cara penggunaannya agar perizinan sekolah beroperasi secara optimal.

Pengabdian ini juga memberikan ruang pembelajaran langsung bagi para mahasiswa dalam menerapkan solusi teknologi pada permasalahan nyata di masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam tahap koordinasi, sosialisasi, hingga evaluasi sistem melatih mereka untuk tidak sekadar merancang perangkat lunak, tetapi juga memahami kebutuhan pengguna, merespons kendala implementasi, serta menyadari pentingnya komunikasi dengan mitra. Langkah ini membuktikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan secara tepat guna mampu memberikan dampak signifikan dalam memperkuat tata kelola institusi pendidikan.

Melalui program ini, Laboratorium SKJ DIKE UGM menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi yang tepat sasaran turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan manajemen kedisiplinan dan keamanan lingkungan belajar merupakan wujud implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan infrastruktur digital berupa integrasi kartu pintar dan WhatsApp sejalan dengan capaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sekaligus menopang penguatan akuntabilitas kelembagaan administrasi sekolah pada SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Keseluruhan program ini direalisasikan melalui kolaborasi lintas sektor yang merepresentasikan prinsip SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui keberlanjutan pemanfaatan SIJINAK, DIKE UGM senantiasa berkomitmen menghadirkan solusi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pendidikan.

Author : Oriza Nurfajri
Editor : Faiz Anggoro

#SDGs4 #SDGs9 #SDGs16 #SDGs17


Sebelumnya
Berikutnya